Tampilkan postingan dengan label Interesting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Interesting. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2014

Kalap

Entah apa yang selalu merasuki jiwa dan raga saya ketika melihat buku-buku bagus diobral dengan harga yang sangat murah. Dengan penuh rasa syukur dan terima kasih saya panjatkan kepada Tuhan YME karena telah membukakan hati para pemilik gramedia untuk mengobralkan buku-buku bagus. Serta terima kasih juga telah menggelapkan mata orang-orang sehingga mereka tidak begitu tertarik dengan buku kriminal detektif macam Agatha Christie, Sidney Sheldon, dan sejumlah buku milik pengarang lainnya, yang menyebabkan buku-buku tersebut gak laku di kota ini sehingga harus diobral SAMPAI HARGANYA MIRING BANGET. ALHAMDULILLAH.

Bayangkan saja, awal tahun yang lalu saya dihadapkan kepada puluhan buku Agatha Christie yang berjejer di rak-rak pajangan lantai 2 Gramedia Padang, namun saya hanya bisa MENATAP NANAR BUKU-BUKU KEREN TERSEBUT karena harga perbukunya yang bisa mentraktir makan siang tiga orang teman. Dan kemudian pada beberapa bulan yang lalu, mungkin karena buku tersebut gak laku-laku, penjualan buku tersebut akhirnya dilakukan secara berpaket, yang mana paket yang paling murah sama dengan setengah dari uang saku bulanan saya. Sedangkan paket yang paling mahal mencapai lebih dari setengah juta harganya ratna :'(

Dan sepahit apapun yang terjadi pada hari-hari di bulan Oktober, tetap saja, BULAN OKTOBER ADALAH BULAN YANG INDAH DAN PENUH KEBAHAGIAAN karena di penghujung bulan ini, saya disuguhkan dengan kenyataan yang terbentang di depan mata bahwa buku-buku novel kriminal detektif HARGANYA DIBANTING SEBANTING BANTINGNYA <3 Bayangkan saja, sebuah novel yang harga aslinya Rp. 53.000,- diobral jadi Rp. 10.000 a.k.a SEPULUH RIBU SAHAJA KAKAK! yang membuat hasrat libido serta gejolak dalam diri membuncah dan mengakibatkan kekalapan yang sungguh tiada dapat tertahankan dalam diri. Dengan gelap mata saya raihlah buku-buku tersebut ke dalam pelukan tanpa tau jumlahnya berapa, apakah nanti uang saya akan cukup ataukah perkalapan ini akan berujung pada tergadainya kolor berenda elegan saya entahlah pada waktu itu sungguh tak terpikirkan!

Namun akhirnya hari itu berujung indah tanpa nestapa berkat ibunda yang selalu mengajarkan saya untuk berhemat sehingga kocek saya masih bersisa NAMUN MAAF IBUNDA RATU ASALKAN IBUNDA RATU TAU SAJA, GRAMEDIA ADALAH TEMPAT YANG PENUH DENGAN APA YANG DISEBUT NARKOTISASI DUNIAWI YANG MUSTAHIL MEMBUAT KITA BISA BERHEMAT-HEMAT, CAM KAN ITU IBUNDA! MAAFKAN ANAKMU YANG PENUH DENGAN AKAL BULUS INI IBUNDA!

Dan akhirnya terbayarlah buku-buku tersebut sejumlah Rp. 160.000 rupiah yang mana jika dikalkulasikan dengan harga aslinya, harga buku-buku tersebut berjumlah Rp. 546.000 rupiah. iya, mencapai setengah juta ratna, sungguh momen ini ingin sekali saya kenang dan saya tulis di buku diary dan buku-buku lainnya sebagai kenang-kenangan betapa beruntungnya makhluk ini pada waktu itu. Terima kasih, sungguh terima kasih pada seluruh pihak yang terlibat, semoga orang-orang selalu membeli buku yang ngehits-ngehits sekarang tanpa memperdulikan buku novel bergenre kriminal detektif jadul namun kece sehingga gramedia tetap mendiskon buku-buku keren yang gak laku tersebut. Aamiin..


:'>

Selasa, 14 Oktober 2014

Lembaran (yang kali ini) Tanpa Tulisan (part 5)

kayaknya untuk kedepannya saya harus belajar mensketsa dengan grid biar objek yang saya gambar lebih proporsional. Kemaren pas baru pertama kali menggambar di A3 jelas banget objeknya gak proporsional. Tangan dan kakinya kekecilan dan ukuran kepala yang gak sebanding dengan ukuran badan. Niat buat make grid sih udah dari dulu-dulu, tapi seperti biasa, MALAS INI UDAH MEMBABI BUTA DI OTAK DAN TUBUH SAYA *tampar-tampar pipi* *pipinya mimi*
namun seperti kata pepatah (sampai sekarang saya gak tau siapakah orang yang bernama pepatah tersebut? kayaknya orang yang sangat bijak), memang butuh banyak usaha untuk mencapai hasil yang maksimal. Untuk merasakan rasa kenyang, kita butuh usaha dulu untuk meraih sendok, menyuapnya ke mulut, menganga, mengatupkan mulut, mengunyah 32 kali hingga menelan. Bahkan kalo malasnya udah keterlaluan pun kita juga masih butuh usaha untuk mencapai rasa kenyang. Walau makan disuapin, dibikin bubur kalo males ngunyah pun kita MASIH HARUS MENELAN MAKANAN, PEOPLE! Semua butuh usaha untuk dapetin yang terbaik (ngomong sih gampang hahaha). 
Dan kali ini saya pun dihadapkan pada kenyataan bahwa hasil sketsa saya masih tidak memiliki proporsi yang pas (selain karena yang pas itu hanya milik Tuhan semata) :D


Gambar di atas pake h, 2b, 6b, dan 8b on A4 paper, dan saya agak puas lah dengan arsiran rambut~ lalala. Pada gambar terbaru saya ini objeknya (LAGI-LAGI!!!!) mepet ke kiri pemirsah :'( Tapi setelah saya berkonsultasi *pret* dengan salah seorang master realis yang saya temui di dunia maya, justru pemakaian free hand (tidak menggunakan grid atau garis bantu apapun) seperti saya inilah yang merupakan proses kerja keras dalam mensketsa. Dan sebaliknya, pemakaian garis bantu pun kata beliau bisa menjadi bumerang sendiri untuk kita karena bisa melemahkan insting menggambar. Kelemahan grid kata master tersebut juga banyak, udah kotor, ribet pula karena menggunakan skala (gampangnya kayak mau bikin peta jaman kita-kita SD dulu, gitu kira-kira). Namun, si master yang qana'ah dan tidak pelit ilmu itu juga bilang pemakaian grid sangat diperlukan untuk gambar yang objeknya lebih dari 1 dan sangat mendetail (kayak gambar prewedding saya kemaren itu. Bukan prewed saya, tapi saya bikin gambar orang yang lagi prewed. Jadi itu maksudnya gambar prewedding yang saya bikin kemaren. KENAPA TIBA-TIBA BISA RIBET BEGINI RATNA??!!!)
Dan si abang-abang/om om itu juga menitahkan kepada saya agar tetap menggunakan free hand untuk melatih insting menggambar, walaupun kagak ada mirip-miripnya juga, atau mirip sedikiiit, atau pun agak mendekati dan kurang persis dengan objek aslinya, gak masalah. Karena aa' kece gimbal tersebut bilang di situlah letak uniknya karena memiliki karakteristik sendiri. Dan kalopun mau make grid untuk mencapai kemiripan 90% juga terserah (karena sekali lagi yang 100% hanya milik Tuhan), tapi ya itu tadi lah resikonya.
Intinya, pemakaian grid ini ada baik dan buruknya.
Demikianlah.
Terima kasih kepada abang master dunia maya atas pencerahannya kepada tukang gambar amatir ini, semoga bang master murah rejeki dan dilancarkan segala urusan oleh Yang Maha Kuasa. Namun alangkah lebih baiknya rambut gondrong tersebut dipangkas rapi agar tidak menciptakan keraguan dan keambiguitasan yang mendalam pada orang-orang yang memandangmu dari belakang, bang. 

Selasa, 07 Oktober 2014

Lembaran yang (kali ini) Tanpa Tulisan (part 4)

Finally, ini gambar requestnya dari jaman tujuh belasan kemaren baru siap hari ini. Sungguh luar biasa efek kemalasan mempengaruhi produktivitas seseorang. Ngegambar sketsa ukuran A3 aja sampai 2 bulan lebih. Walau lama tapi akhirnya selesai juga HAHAHA


masih banyak kekurangan, kayak tangan dan kaki objek yang *kayaknya sih* kekecilan :3 tapi lumayanlah alhamdulillah siap sebelum deadline. Wish me luck (lagi) ! :)

Rabu, 26 Februari 2014

Lembaran (yang kali ini) Tanpa Tulisan part 2

minggu ini saya menggambar Natalie Portman, yang ini agak lama nyeleseinnya, soalnya selama proses ngerjainnya, mood menggambar saya lagi naik turun gak stabil. Belum lagi pada pengalaman sebelumnya menggambar objek "cewek", saya gagal segagal-gagalnya haha.. jadi aja pas menggambar Natalie jadi gak pedean.. menurut saya beda banget menggambar objek cowok dan cewek. Saya sih lebih senang menggambar cowok. Saya lebih senang gambar cowok bukan karena jenis kelamin saya cewek sih. Toh cowok2 yang saya gambar gak ganteng dan tampan-tampan, tapi saya lebih mencari wajah yang berkarakter. Menurut saya sih, menggambar objek yang berkarakter lebih mudah dikenali (diketahui) hasil akhirnya, walaupun hasil akhirnya ituh jweeleek :D

Kayak Leonardo Dicaprio, ciri khasnya itu ada di mata yang menjorok ke dalam dan tajam, bibir yang tipis, senyum yang menggoda (aaaaaaaaaaakkk~~)


pas ngegambar leo ini saya jadi terbawa suasana nyanyiin lagu Lana del Ray yang liriknya 'will you still love me.. when i'm no longer.. young.. and beautiful~~' soundtrack pelemnya si leo yang baru, The Great Gatsby.

trus juga kayak Chris Martin lead vocalistnya Coldplay, juga punya karakter yang lebih menonjol pada bagian mata dan bibir

pas menggambar ini saya juga jadi sering nyanyiin lagunya coldplay macam Fix You :D

ada yang beda dari dua gambar di atas (muke nye jelas aja beda) yaitu.... arsiran rambut! liat rambutnya leo item semua kayak pake kopiah, dan bandingkan dengan rambutnya si chris yang lebih ber-highlight.. iya, pada akhirnya saya menemukan alternatif lain untuk membuat highlight pada rambut (yang mungkin merupakan cara yang salah dan masih primitif) menggunakan eraser pen. saya cukup mengayun-ayunkan penghapus dengan jemari lentik penari saya dan kemudian tadaaa... terciptalah highlight abal-abal (tapi lumayan lah) !

dan minggu ini, dengan jangka waktu yang cukup lama -jika dibandingkan dengan gambar saya yang lain-saya menggambar objek cewek, Natalie Portman :)


gambar ini saya pake 6H, 2B, 4B, dan 8B.

Seperti yang tadi saya bilang, lebih seneng gambar cowok daripada cewek. Alasan lain yaitu karena karakter wajah cowok lebih kasar dari cewek. Kalo muka cowok itu lebih kasar, lebih jelas gradasi antara hitam dan putihnya. Kalo cewek menurut saya lebih haluuus~~ dan banyak ditemukan adanya gradasi gelap terang yang tidak terlalu kentara terlihat, sehingga butuh ekstra teliti dan lebih detail. Dan di gambar ini pun saya masih terkendala masalah rambut. Sempat terpikirkan untuk menggambar Natalie Portman yang pelontos tanpa rambut kayak pas dia di pelem V for Vendeta, tapi kalo gak terus-terusan dicoba, saya gak bakalan bisa-bisa menggambar rambut. Saya kan banyak ngepens sama artis-artis yang berambut lebat macam Amanda Seyfried dan Emma Watson. Terakhir saya menggambar Amanda malah jadinya beginih:


inilah gambar cewek saya yang pertama sodara-sodara :D kayaknya saya juga harus lebih banyak menggambar cewek wahahaha

oh ya, ini satu lagi, si papskiiiiiiihhhhh :)

Selasa, 24 Desember 2013

Lembaran (yang kali ini) Tanpa Tulisan

Lama gak mosting tulisan karena beberapa hal. Sebagian besarnya adalah karena saya lagi disibukkan sama tugas akhir, dan alhamdulillah dalam bulan ini sudah bisa kompre. Alasan yang lainnya adalah saya mempunyai hobi baru yang sangat-sangat menyenangkan akhir-akhir ini, mensketsa!
Hobi ini berawal dari Radite yang memamerkan sketsa wajah dirinya sendiri pada saya. Dan melihat itu, saya juga gak mau kalah, dan dalam waktu beberapa jam, saya bikin lah sketsa kasar wajah Radite. Sketsa saya yang pertama itu cukup gagal dengan kemiripan hanya 20% (pffft) dengan wajah asli Radite. Saya pikir, kok dalam sketsa wajah ini, si kudit lebih mirip Zumi Zola (pffft), dan kemudian, setelah memamerkan gambar kasar tersebut pada kudit, saya kembali fokus pada kegiatan lain dan membiarkan gambar tersebut begitu saja.
Beberapa hari kemudian, liat gambar kudit yang taleak sembarangan di karpet kamar di antara lembaran-lembaran revisi skripsi, terbersit untuk membenahi gambar sketsa tersebut. Kebetulan malam itu lagi gak ada kegiatan juga. Dan saking niatnya, saya liat-liat pidio youtube dulu sebentar tentang how to sketch. Dan setelah dapat gambaran cara ngebikin yang benernya, hobi ini dimulai :)


Dari sketsa wajah kudit yang ini lumayan mendingan mirip dibandingkan dengan sketsa yang lebih mirip zumi zolla yang kemaren. Namun sayang beribu kali sayang, KENAPA YA WAKTU ITU SAYA HARUS MEMAKAI KERTAS BEKAS REVISI SEKERIPSIHHH??? Jidat si kudit jadi bermotif tulisan kayak gitu. Saya ngutuk2 dalam hati. Sketsa yang lain juga bernasib sama, seperti ini:



yang ini adalah sketsa wajah teman saya, Yani, dan kakak laki-laki saya Tobey Maguire dengan tarantulanya. sangat sangat banyakkk kekurangan, apa lagi gradasi antara terang gelapnya, tingkat kedetailannya, dan, lagi-lagi, saya memakai kertas bekas sekeripsih. S*it!!
Dan saya publish ke facebook, dan eh, banyak yang ngasih semangat, hihihihih, dan saya langsung on fire menggebu-gebu dan berhasrat bernafsu dan libido saya lagi tinggi-tingginya untuk lebih banyak lagi ngegambar.
Dan dari itulah munculnya rentetan gambar yang masih amatir berikut iniiih:


Ini sketsa wajah kak intan, sketsa pertama saya yang menggunakan pensil selain 2b. melihat sketsa2 yang lalu yang kayaknya perbedaan antara terang dan gelapnya gak terlalu terlihat kentara, saya memutuskan untuk menambah amunisi lagi, pensil 4b. Biar pas yang bagian gelapnya jadi lebih kuat..


Ini sketsa wajah nova. pas yang ini belajar mengarsir, dan menurut saya kesalahan yang fatal ada di pencahayaan. Namun nafsu ngesektsa saya pada waktu itu masih menggebu nih :v


Ini sketsa wajah bg ari, senior saya di kampus. kalo di liat2 saya cuman detail di wajah. hal2 lain kayak baju, latar agak kurang begitu menarik perhatian (baca: malaaaasss) padahal hal2 kecil kayak gitu juga mempengaruhi hasil :3


yang ini Christian Bale, cover American Psycho (tanpa bercak2 darah :v). di gambar ini objek lebih ke kiri, hahaha


dan ini sketsa wajah yang terakhir saya gambar, Daron Malakian, gitaris System of a Down. Saya agak kesulitan menggambar rambut. Liat aja di gambar2 sebelumnya, rata-rata rambutnya gak bertekstur, saya arsir rata aja semua, hahaha.. Hal sulit yang lainnya yaitu waktu saya ngegambar telinga. itu juga agakkkkk susaaaaaaahhhhh, dan bajunya Daron (lagi-lagi karena malas) saya arsir gak rapih alakadar aja. Sungguh kemalasan ini bisa-bisa merenggut hal-hal baik yang seharusnya ada *tsah*...
Dalam hal mensketsa, saya cenderung lebih memilih objek yang karakternya jelas, kaya ekspresi, atau punya sesuatu yang unik dan beda dari objek2 yang lain. lebih semangat aja ngegambar objek2 kayak gitu. :) Sekarang lagi ngumpulin mood ngesketsa lagi, susah juga sih untuk ngegambar diantara persiapan ujian ini. yah, semoga awal tahun nanti mood ini udah terkumpul dan menggebu-gebu lagi, dan bersiap untuk bersenang-senang dengan kepingan puzzle yang baru ini.


Kamis, 21 Februari 2013

Rewind Button

Saya sangat bersyukur dengan kehidupan yang diberikan oleh Tuhan kepada saya. Nyawa, kehidupan, fasilitas untuk hidup, keluarga, teman, bahkan musuh, saya sungguh bersyukur. Jika ada satu hal saja yang berubah dari kehidupan saya, mungkin saya tidak akan bisa seperti ini. Dari satu hal ke hal yang lain sangat berhubungan. Ada benang merah yang menghubungkan momen demi momen yang terjadi dalam kehidupan. Momen itu kayak puzzle barangkali, saling fix dan menyatu satu sama lain membentuk suatu kehidupan seseorang yang bernama Meta Orlanda Pradezi. Jika kepingan yang terakhir sudah ditemukan, maka itulah akhir dari permainan puzzle. Akhir dari kehidupan. Setelah itu, kepingan puzzle yang telah disusun dapat dinikmati baik dan buruknya tergantung rapi atau tidaknya ia disusun. Begitu pula eksistensi manusia, akan dikenang sebagaimana manusia itu hidup.
Namun jika di kehidupan ada tombol rewind, ada 6 jalan yang ingin saya lalui karena menurut saya jalan tersebut menarik dan saya banget, hihihi. Let's cekidot my friend! Inilah, Ejijujejong episode "Saya Ingin Menjadi...." :
  1. Seseorang yang berprofesi/bekerja di sekitar hewan-hewan. Pada dasarnya, sungguh dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat suka dengan hewan-hewan. Suka dan sayang! Saya lebih memilih menonton movie SAW, atau movie yang ada adegan-adegan kekerasan atau penyiksaan terhadap manusia, dibandingkan harus menonton movie yang menyiksa hewan-hewan. It's hurt to see it~~ Saya gak mampu untuk melihat hewan-hewan berdarah-darah, sungguh.. Bagi saya, semua hewan itu imut dan menggemaskan. Kerbau aja mampu membuat saya meleleh ketika melihat matanya yang jujur dan polos serta belum teracuni kebathilan dan keanonohan. Beda ketika saya melihat mata manusia yang penuh dengan tabiat yang beraneka ragam. Begitu pula dengan gajah, jerapah, landak, kura-kura, anjing, babi pun, saya suka melihat dan memperhatikan mereka. Apalagi si kucing, yang merupakan ras asal Raja Rimba. Sungguh menggemaskaaaaaaannnnn qaqaaaaq aaaakkk~~~ bahkan kalau cheetah bisa dipelihara dan jinak dan herbivora, saya ingin memeliharanya satu di rumah.

    aaah.. let me touch you o beibi~

    Good girl! good girl! Come to mama my lil kitty!

    Saya sungguh mengapreciate orang-orang yang berbaik sikap kepada hewan-hewan. Contohnya, walaupun saya tidak suka dengan sikap salah seorang tetangga saya, namun saya menghargai sikapnya yang selalu memberikan makanan sisa kepada kucing jalanan di depan rumahnya. Saya suka melihat orang-orang baik seperti itu. Sebaliknya jika ada orang yang beretika buruk kepada binatang, menyerang binatang tanpa alasan untuk membela diri, ugh, saya murka!!! Rasanya pengen saya tampar-tampar tu kepala orang grgrgrgrgrrrrrhh!!!!
    Oh okay, mungkin ada satu kelas hewan yang sangat menjijikkan bagi saya, yaitu kelas reptilia, atau reptil. Kelasnya para hewan-hewan berkulit lembap. Terutama cicak!!! Saya geli geli jijik liat binatang satu itu. Cicak, tokek, kodok, huekkk... Eh tapi kalau dengan ular, entah kenapa saya lumayan biasa-biasa aja, dengan catatan, ular jinak! Waktu itu salah seorang senior di Genta Andalas yang memiliki hobi tidak biasa, yaitu memelihara reptil, membawa ular phyton peliharaannya ke sekretariat. Phyton yang telah diambil bisa nya itu katanya aman untuk disentuh. Maka, dengan penuh rasa kuriusitas mendalam, saya memberanikan diri untuk mengambil ular tersebut dan melingkar-lingkarkannya ke tangan. Lembap dan dingin! 
    Maka dari itu, mungkin akan mengasyikkan jika saya bekerja sebagai dokter hewan, atau peneliti hewan, atan di Organisasi Pelestarian Hewan, ya kayak gitu-gitu lah.. Turun ke daratan Afrika Selatan misalnya, bertemu jerapan, cheetah, singa, gajah, dan zebra. Atau turun ke sawah, bertemu itik, ayam, keong, dan kerbau. Atau berbelok ke hutan bertemu monyet, rusa, tonggeret, burung, dan ular. Atau kemudian kulari ke pantai, bertemu ikan paus, lumba-lumba, kura-kura, kerang, bintang laut, dan hiu. Kadang aku berpikir apakah Rangga di film AADC menyukai hewan juga? Hm. Atau mungkin saya turun ke laboratorium saja, bertemu amoeba, paramecia, euglena, dan jamur. Atau saya cukup di rumah, memelihara beberapa hewan seperti kucing, ikan lumba-lumba (ikan hias juga boleh), burung hantu. Atau barangkali saya bisa jadi tim National Geographic Channel. Aaaah.... sangat menyenangkan!!!

  2. Seseorang yang bekerja dengan warna-warna, desain, dan kreatifitas. Saya suka menggambar, dari kecil. Saya suka melihat garis-garis yang awalnya biasa saja menyatu membentu suatu objek yang menarik, dan melihat kombinasi-kombinasi warna yang membentuk gradasi yang indah. Apalagi sayabaru menyadari bahwa saya memang tumbuh di sekitar orang-orang yang kreatif. Pertama orang tua saya, terutama Papa, yang dengan kemampuannya yang mumpuni membuat rumah menjadi nyaman hanya dengan hal-hal kecil yang dibuat dengan tangannya. Karena beliau juga saya menjadi hobi menggambar. Kedua, teman masa kecil saya, Reza Syahri Pahlevi, yang telah tumbuh dari deja yang mirip pergedel jagung yang kiyut menjadi deja remaja yang mempunyai kemampuan expert dalam bidang desain grafis.


    lihat sosok anak laki-laki kecil paling kanan. Itu Deja :D


    ini deja remaja, pemirsah~

    Orang-orang kreatif lainnya yaitu Cosma Putra Warera, yang merupakan senior saya di Genta. Si centil berjakun ini sungguh suka membuat ilustrasi-ilustrasi, atau design interior exterior dengan aplikasi paint di komputer. Dengan tangannya pula Genta menjadi ruangan yang nyaman untuk merampungkan tabloid.


    saya kangen sama sosok ini :'(

    Kemudian ada Cihud, ni orang emang kreatif gila. Mau dari kerajinan tangan yang dia bikin, fashion, menghias kamar, dia ini bisa bikin barang-barang yang awalnya dibeli dengan harga murah menjadi barang unik yang gak biasa.


    cihud aka citra ayu wardhani aka uciuci :*
    Lalu ada Rani Umara, yang bakatnya udah saya sadari semenjak awal pertama kuliah dengan membuat origami burung sekecil biji gorila. Hahaha ini orang sungguh mendetail banget sampai-sampai bisa dengan rapih membuat origami burung angsa (apa burung bangau ya?) dengan ukuran super super kecil. Kemudian pada tahun akhir kuliah, Rani mulai bikin sendiri dan menjual pernak-pernik cewek kayak gelang dan kalung, yang banyak peminatnya.

    ecuuuut~~ :*
    Trus yang terakhir ada Triani Maris. Nah, orang ini kreatifnya dalam hal membuat makanan. Adaaaaa aja idenya, dan yang pasti, enak!!!! Apalagi browniesnya sumpah enak banget dengan berbagai macam toping.

    tante jes nyai ratu brownies

    Kalau saya sendiri? Kreatifitas saya masih di bawah mereka. Kemampuan yang mereka punya sudah bisa dinikmati oleh orang lain, mereka udah punya harga untuk kreatifitas mereka tersebut. Sedangkan saya, masih dalam tahap untuk dinikmati sendiri. :). Mungkin jika bisa direwind saya mau masuk Jurusan Teknik Sipil, atau Arsitek, atau Design Grafis dan Multimedia, Design Interior, ....
  3. Seseorang yang punya cafe pastrys dan coffe, plus taman bacaan di dalamnya. Ini saya cuman menggabungkan berapa hobby dan kesukaan saya. Saya suka aneka pastry, aneka kopi, dan pastinya buku-bukuan. Di situ orang-orang bisa makan, minum sekaligus membaca dalam waktu yang bersamaan. Apalagi kalo ditambah hujan buatan di sekitar cafe (oke, ini khayalan) aaaakkk kayak di sinetron-sinetron pasti. Mungkin saya bakal menggaet Triani Maris untuk bikin cafe kayak gini, soalnya browniesnya enak. Kalo saya mah bisa dikit-dikit bikin kopi hitam buat orang-orang di rumah. Oke. Kopi hitam emang ala-ala warkop banget. Baiklah. Jika kehidupan bisa direwind lagi, saya pingin belajar jadi barista dulu biar bisa bikin aneka latte latte an -_-
  4. Seseorang yang berprofesi di bidang editor. Oke, ini kesukaan saya. Jika bisa direwind, saya mau masuk jurusan komunikasi, lanjut S2 ambil jurnalistik. Aaaah... :)
  5. Seseorang yang bekerja dengan hal-hal yang berbau antariksa dan cuaca. Saya suka browsing-browsing dan cari tau tentang hal-hal yang terjadi di tata surya, liat-liat bintang, hujan, bulan, langit itu luas, men.. banyak hal yang terjadi di atas sana, dan ketika nulis ini mendadak saya jadi melankolis. Saya bisa masuk NASA mungkin, atau ilmu Astronomi.
  6. Seseorang yang mempunyai Rumah Panti Asuhan. Saya suka anak-anak, tapi saya gak bisa ngajar. Saya sangat suka anak-anak, apalagi bayi dan balita. Kalo melihat mereka, rasanya ingin sekali manggil mereka dengan "puuus... ckckck..." mereka mirip kucing, imut! (jangan tampar saya pak, buk..)
  7. Seseorang yang bekerja sebagai traveling. Oh mai got jika travelling adalah sebuah pekerjaan, maka saya akan memilih ini. Saya susah berada di keramaian, akan tetapi saya menyukai berada di tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. it's kind of fun! Mungkin jika tombol rewind tersedia di kehidupan, barangkali saya bisa menjadi reporter adventure, atau jadi team Discovery Channel, tim kerjanya Bondan Winarno sekalian bisa hunting makanan hahaha. Atau jadi petugas servis kapal Yatch, udah dapet gaji US$ 2..500 (24 juta) per bulan, kita bisa berlayar ke perairan yang indah seperti perairan Karibia hingga perairan Mallorca di Spanyol, ulalaaa~~...

  8. tukang serpis milyuner kerjanya di sini

Nah, itulah impian dan keinginan saya. Kamu?

Kamis, 17 Januari 2013

Movie Characters I Like but Not to Date

Saya suka mereka karena mereka GILA, dan bikin saya ketagihan untuk ketawa liatin tingkah polah mereka yang jauh dari welas asih dan kenormalan manusia rata-rata.

1. Alan Garner (Hangover)



astaga si gendut yang jenius saking jeniusnya sampai gak normal. saya suka karakter Zach Galifianakis di film ini, kenapa ketika ada Bradley Cooper sangat tampan saya malah lebih napsu melirik ke bocah berjanggut gendut ini, hal tersebut sampai sekarang menjadi misteri ilahi. mungkin karena dia berbeda dari yang lain atau gaya bicaranya dan kata-katanya yang diluar dugaan atau malah polos cenderung ke vulgar. entahlah. 





2. Leslie Chow (Hangover)



ini juga Mr.Chow, om om mafia cina mesum yang juga sama gilanya dengan Alan Garner. Tapi sungguh tak disangka tak dinyana ternyata Ken Jeong yang memerankan Leslie Chow ini adalah seorang dokter di Amerika. *facepalm*














apalagi kalau mereka berdua pas satu scene bahahahaha ternyata ada ya kombinasi yang kayak gini. bocah idiot + om-om mesum =


Leslie Chow menikmati keidiotan Alan Garner :D



ini adegan Hangover 2, ketika semua orang cemas memikirkan Teddy yang hilang, mereka berdua malah BERNYANYI!! dan MERDU pemirsah.

di Hangover 1, mereka juga punya percakapan paling idiot menurut saya :D :
Mr. Chow: You gonna fuck on me?
Alan Garner: Nobody's gonna fuck on you! I'm on your side! I hate Godzilla! I hate him too! I hate him! He destroys cities! *Please*! This isn't your fault. I'll get you some pants. 
wahahahaha ini adegan ketika Alan ketakutan diserang Mr.Chow telanjang :D

3. Bobby Pellit (Horrible Bosses)
kalau yang ini tokohnya antagonis dan mengesalkan. tapi saya suka akting Collin Farrell di sini. berhasil memerankan anak bos yang manja yang suka senang-senang, ngedrugs, seks bebas, dan yang paling saya suka pas adegan dia ngacak-ngacak manajemen perusahaan, memecat orang sembarangan, dan cara-cara bodoh dia dalam mengambil keputusan di perusahaan yang menguntungkan dirinya sendiri :D
ini adegan dia berdua Kurt Buckman, bawahannya:

Bobby Pellitt: You know what, I don't hear you giving... dickskin any shit.
Kurt Buckman: Dickskin? Nice.
Bobby Pellitt: Kiss ass.
Jack Pellit: Come on, come on.
Bobby Pellitt: Yeah, go on, in you go. Go on Gay boy!
Kurt Buckman: I'm not gay!
Bobby Pellitt: Please. I've seen gay boys. You're one of them.
Kurt Buckman: Yeah, where'd you see them.
Bobby Pellitt: In your house! Get in! I'm a green belt, motherfucker! 


ketiga tokoh di atas persamaannya adalah, kata-kata lawakan mereka sangat segar dan lebih berbobot dan gak garing. di sela-sela lawakannya itu ada "isinya" gak cuma ngelawak doang. memang asli bikin ketawa ngakak. beda kalo liat pelawak dari Indonesia yang lawakannya cuma dorong-dorongin orang sampai terjatuh atau tiba-tiba menumpahkan bedak atau tepung ke kepala orang, emangnya dimana letak kelucuannya? 
mereka sangat berhasil memerankan tokoh-tokoh di film tersebut. salut buat mereka :D 

Rabu, 28 November 2012

MAXSTEP - Younique Unit


korea lagi! akhir-akhir ini saya jadi keseringan liat video ini. soalnya ada eunhyuk. nyahahahaha... kayaknya saya sudah menemukan jati diri di dunia perkoreaan. seperti yang saya bilang di postingan saya yang terdahulu (kalo mau baca klik di sini), saya bukan fans sama suju. soalnya saya suka eunhyuk doang. tapi ternyata saya fangirlnya Younique Unit semenjak saya liat video ini. ihuy.. Younique Unit ini semua anggotanya adalah dancing machine masing2 boyband dan girlband. Saya suka semua anggota YY kecuali Henry SUJU-M sama Hyoyon SNSD (atau gimana lah pnulisan namanya, lupa). dan duh.. bang eunhyuk keren banget disitu. rambutnya yang belang seperempat itu mengingatkan saya pada rambutnya Knives Chau, mantan pacarnya Scott di film Scott Pilgrim vs. The World




tapi sayang cat rambut knives terlepas dari rambutnya gara-gara ditonjok Todd, mantannya Ramona..



selain eunhyuk, di YY saya suka Kai dari Exo-K, Taemin dari Shinee, dan Luhan dari Exo-M. Semoga ada lagi MV yang lain dari Younique Unit. Banzai!! (padahal korea.. seharusnya Hwaiting :p)


Kamis, 08 November 2012

Fall Down The K Hole

Akhirnya saya jadi ikutan suka sama korea. Okelah kalau gak mau dibilang suka, soalnya saya Cuma fans sama eunhyuk saja. Tapi paling tidak saya sudah melibatkan diri dalam dunia fandom Kpop walaupun hanya sekedar melihat seorang makhluk tersebut joget-joget di tiap MV nya super junior dan punya satu folder khusus buat oom tampan bermata sipit tersebut.
Bermula dari melihat MV suju, awalnya saya berpendapat, ni orang kok kayak stokar bus kota ya, apalagi waktu saya melihat MV pradebutnya, itu rambut subhanallah kayak pokalis kangen ben, rambut panjang sebahu dicatok jadi tegang tegang kaku gimana gitu dan dikasih warna cokelat trus pake anting juga. Ibaratnya si Eunhyuk ini dulu lagi cosplay pokalis kangen band sama charlie. Belum lagi warna rambutnya di MV No Other, saya ngeliatnya kok kayak bencong. gaya rambut + baju kedodoran berkerah lebar + pose terakhirnya di MV tersebut yang menutup mulutnya dengan centil semakin meyakinkan saya kalau saya tidak akan suka korea.
jaman kangen ben

kekhilafan eunhyuk

Itu dulu waktu saya dipaksa untuk liat MV yang diputer sama temen saya. Tapi seiring berputarnya waktu, akhirnya saya mempunyai video bonamana di notebook saya sendiri. :P
Ketika melihat video tersebut, perhatian saya terpaku pada personil yang memakai topi berjaket hitam dan saat di scene lainnya dia memakai kacamata hitam dan baju you can see yang ada tulisan LIVE KILL nya. Walaupun saya masih gak ngerti entah apa style celananya yang waktu itu entah dia kehabisan akal akan fashion dan frustasi sehingga nekat untuk memakai rok ibunya ataukah memang style sekarang yang makin lama jadi makin ambigu gak jelas, yang jelas, saya suka sama dance nya. Iya iya, semuanya juga joget joget kayak gitu juga, tapi entah kenapa dia yang paling keren (ditambah dengan gayanya yang gak lebay tanpa anting dan segala macam yang bikin saya males ngelirik korea). Ternyata sosok yang selalu saya perhatikan di video bonamana selama ini adalah sosok yang selalu saya ibaratkan sebagai stokar busnya suju atau banci nya suju yang bernama LEE HYUK JAE aka EUNHYUK. Dance eunhyuk lebih mantep dari yang lain sehingga membutakan saya dari tampannya mata oplas kyuhyun. Ya iyalah ya belakangan saya tau kalo eunhyuk itu emang dancing machine nya suju. Berawal dari bonamana, saya lanjut download MV suju yang lain, dan dengan mudahnya saya menemukan sosok bang eunhyuk di MV tersebut karena dance nya yang paling kece dengan pertimbangannya yang matang dalam setiap melangkahkan kaki dan menggoyangkan badannya yang kurus namun berotot seperti iklan elemen versi size S karena ukuran badannya yang super kurus tadi. Tapi saya paling suka bang hyuk kalo pas rambut hitam doang, soalnya lebih jantan. Kalo dia pake putih ya gak benci juga sih sekarang soalnya udah terlanjur suka sama orangnya jiakakakaka... om hyuk ternyata juga jago nyanyi, saya tau itu pas lagi ubek ubek youtube, ketemu video eunhyuk lagi nyanyi it has to be you nya SUJU KRY. Ternyata suara lee hyuk jae bagussss dan ada getar-getarnya juga :p
Berawal dari hal tersebut, saya lanjut googling eunhyuk dengan keyword kayak eunhyuk at running man, eunhyuk bonamana, (bahkan ketika begitu banyaknya video we got married nya leeteuk sama kang sora, saya hanya menyimpan scene yang ada eunhyuknya saja) dan di youtube juga kayak eunhyuk dance, eunhyuk funny, eunhyuk yadong (eh) pokoknya saya jadi fans sama eunhyuk.



Saya juga heran kenapa saya yang fans sama muse hoobastank linkin park tiba-tiba nggak ada angin nggak ada hujan bilang, “Eunhyuk itu ganteng. Jago dance, keren ya!”. Memang rasanya sulit untuk dijelaskan, tapi kembali lagi bahwa k-pop memang telah mendunia dan cepat atau lambat yang tadinya nggak suka akan suka juga (jiaaahhh baru bilang ini sekarang, dulu aja kamu jijik, meta orlanda pearce :p). Semua masalah waktu dan seberapa intens kita melihat dan mendengar mereka. Tapi saya rasa saya juga bukan elf. Memang, saya mendownload MV nya suju serta video video yang berkaitan dengan suju, tapi hal tersebut semata-mata saya lakukan hanyalah untuk melihat keseksian bang eunhyuk seorang. Tiada yang lain. Ketika mereka joget joget pun mata saya selalu mengikuti kemana eunhyuk melangkah, dan ketika tiba di scene dimana tidak ada eunhyuknya saya skip sampai menemukan sosok eunhyuk kembali (ya ya lebay. Tapi ini serius). Dan akhirnya di notebook saya sudah tersimpan puluhan MV suju yang saya download (sebagian merupakan sumbangsih dari beberapa orang teman yang sudah lebih dulu terjerumus ke dalam fandom Kpop), serta satu buah folder yang berisi ratusan foto om eunhyuk. Nyahahahaha...


Tentunya teman-teman yang mengenal dekat diri saya menjadi kaget mengapa saya juga ikut terseret hallyu wave ini (jiah... dulu aja saya gak tau hallyu ini apaan kayak nama salon dimanaa gitu). Jika ada yang bertanya mengenai kenapa saya tidak memutar MP3 suju di mobil, bukannya saya malu karena dulunya saya ngejek-ngejek korea dan sekarang malah punya satu folder di notebook judulnya BUKAN KOREA dan didalamnya ada lagi folder MV SUJU, trus SUJU INTIMATE NOTE, trus VIDEO SUJU, dan satu folder bernama EUNHYUK. Mengapa saya tidak memutar mp3 suju di mobil semata-mata hanya karena saya tidak bisa melihat dancenya eunhyuk di mp3 (tentunya. Saya tidak bisa menikmati lagu suju jika tidak melihat dance nya eunhyuk dengan mata kepala saya sendiri). Dan jikalaupun nantinya saya bawa-bawa tipih ke mobil pun gak akan saya masukin video eunhyuk. Karena sekalinya liat eunhyuk, saya malah ketagihan dan akhirnya ngikutin pergerakan eunhyuk di MV, dan akhirnya saya gak pokus nyupir dan akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan. Saya suka eunhyuk, saya cuma tidak suka dengan headline koran yang mengatakan “Si Supir Pantengin Eunhyuk, 7 Orang Tewas”. Saya bener-bener gak mau.

Kamis, 25 Agustus 2011

If I Were

Nemu ini di blog salah seorang teman, saya juga jadi ingin buat yang versi saya nya :D


# If I were a day of the week, I’d be Saturday.
# If I were a time of day, I’d be 4 PM
# If I were a planet, I’d be Earth.
# If I were an animal, I'd be a cat.
# If I were a sea animal, I’d be a dolphin.
# If I were a direction, I’d be go straight ahead.
# If I were a piece of furniture, I’d be a bed.
# If I were a historical figure, I’d be a Leonardo Da Vinci.
# If I were a liquid, I’d be HCl.
# If I were a gemstone, I’d be ruby.
# If I were a tree, I’d be a Maple tree.
# If I were a tool, I’d be a pencyl.
# If I were a flower, I’d be a sun flower.
# If I were a kind of weather, I’d be cloudy.
# If I were a kind of season, I'd be autumn.
# If I were a musical instrument, I’d be piano.
# If I were a color, I’d be yellow.
# If I were an emotion, I’d be :|
# If I were a fruit, I’d be an orange.
# If I were a sound, I’d be the rain falling down..
# If I were an element, I’d be water.
# If I were a car, I’d be Nissan Terano.
# If I were a food, I’d be seafood.
# If I were a place, I’d be a coffee cafe.
# If I were a material, I’d be wood.
# If I were a taste, I’d be umami.
# If I were a scent, I’d be woody.
# If I were an object, I’d be book.
# If I were a body part, I’d be eyes.
# If I were a pair of shoes, I’d be sneakers

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails