Tampilkan postingan dengan label poetries. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetries. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 September 2013
Runaway
You runaway from me
And it’s too late to make you turn back now
and it’s too late to fix everything
and it’s too late for us
You runaway from me
take all the love you have
take all the endearment
take away your pain
I let you walk in the darkness night
i let you glowing by moonlight
I let you get away from the sun
And let me keep your reflection
And let me keep your reflection
I know you're sick and tired
But there's nothing I can do
Because i’m in pain too much
Because i made a mess
Because all of these uncontrollable
And I let you run from me
And I’ll save you from myself
Minggu, 18 Agustus 2013
Taman Bermain
Kali ini kamu seperti anak-anak.
Kamu yang selalu suka dan tiap waktu selalu ingin naik Roller Coaster,
Mendadak teralihkan karena Hysteria tiba-tiba hadir.
Lebih seru.
Lebih memabukkan.
Dan untuk kali ini, lebih membuatmu ketagihan.
Kamu ingin turun dari Hysteria dan berlari ke Roller Coaster.
Namun Hysteria tak ingin berhenti.
Dan sehingga kamu terjebak.
Antara permainan baru yang menggoda, dengan permainan lama yang dulu selalu bermain denganmu.
Dan kamu tersadar.
Bahwa Hysteria tak berhenti, karena kau tetap memberikan koin untuknya agar terus bermain denganmu.
Bahwa Roller Coaster tetap berputar, agar kau tetap tertarik pada permainan yang biasa kamu mainkan.
Kamu yang selalu suka dan tiap waktu selalu ingin naik Roller Coaster,
Mendadak teralihkan karena Hysteria tiba-tiba hadir.
Lebih seru.
Lebih memabukkan.
Dan untuk kali ini, lebih membuatmu ketagihan.
Kamu ingin turun dari Hysteria dan berlari ke Roller Coaster.
Namun Hysteria tak ingin berhenti.
Dan sehingga kamu terjebak.
Antara permainan baru yang menggoda, dengan permainan lama yang dulu selalu bermain denganmu.
Dan kamu tersadar.
Bahwa Hysteria tak berhenti, karena kau tetap memberikan koin untuknya agar terus bermain denganmu.
Bahwa Roller Coaster tetap berputar, agar kau tetap tertarik pada permainan yang biasa kamu mainkan.
Dan pada akhirnya kau berpikir,
Untuk meninggalkan taman bermain ini saja.
And I didn't mean for this to go as far as it did
And I didn't mean to get so close
And share what we did
And I didn't mean to fall in love, but I did
And you didn't mean to love me back
But I know you did.
And I didn't mean to get so close
And share what we did
And I didn't mean to fall in love, but I did
And you didn't mean to love me back
But I know you did.
(Plain White T'S - Lonely September)
190813
dan kamu baru saja tersadar, kalau Hysteria tahu koinmu terbatas untuknya.
dan dia juga tahu, kamu bisa meninggalkannya dan kembali ke Roller Coaster, kapanpun kamu mau.
Dan Hystria juga tahu, kamu akan tetap pergi, walaupun ia bersedia bermain denganmu, dengan ataupun tanpa koin.
Dan setelah semua terjadi, kamu masih saja bingung mau bermain dengan siapa!
Kebayang betapa brengseknya kamu?
MAAF!! :(
tapi, kamu tersadar betapa banyak kata maaf yang terbuang percuma.
galau saja sana!
#njis, hujan pula.
190813
dan kamu baru saja tersadar, kalau Hysteria tahu koinmu terbatas untuknya.
dan dia juga tahu, kamu bisa meninggalkannya dan kembali ke Roller Coaster, kapanpun kamu mau.
Dan Hystria juga tahu, kamu akan tetap pergi, walaupun ia bersedia bermain denganmu, dengan ataupun tanpa koin.
Dan setelah semua terjadi, kamu masih saja bingung mau bermain dengan siapa!
Kebayang betapa brengseknya kamu?
MAAF!! :(
tapi, kamu tersadar betapa banyak kata maaf yang terbuang percuma.
galau saja sana!
#njis, hujan pula.
Kamis, 11 Juli 2013
Hilang
dia bilang dia bahagia. dia selalu ingin bersamanya. dia memilihnya daripada orang yang menunggunya lama. dia bersikap menantang saya. membuat saya merasa sayang lebih dari biasanya. membuat saya tertusuk pisau yang sama. pedih yang sama. hilang yang sama. membuat samar yang sama. dan semua tak ada yang beda.
dan satu kali lagi dia lakukan hal yang sama. entah keberapa kalinya. untuk kabar dia tak banyak saya terima. hanya beberapa saja. bukan saya menghindari dia, hanya tak tahan dengan sakitnya. untung dia jauh di sana, bukan di pelupuk mata. untung dia tak tahu keadaan saya, yang selalu ingin bersama dia. dia bukan orang yang sama, seperti yang saya suka. tapi tak apa, karena hanya dia di benak saya.
dia muncul dengan senyum berjuta. tawa menggoda. saya bahagia. tapi ternyata hanya sesaat saja. memang tak ada yang selamanya. sekali lagi sakitnya menyerang saya. membuat saya merasa keram dari ujung kepala. dan sekali lagi saya tak jera.
tak apa. sakitnya tidak seberapa. sakitnya mulai membiasa. kini sudah tak terasa. hilang rasanya.
270310
dan satu kali lagi dia lakukan hal yang sama. entah keberapa kalinya. untuk kabar dia tak banyak saya terima. hanya beberapa saja. bukan saya menghindari dia, hanya tak tahan dengan sakitnya. untung dia jauh di sana, bukan di pelupuk mata. untung dia tak tahu keadaan saya, yang selalu ingin bersama dia. dia bukan orang yang sama, seperti yang saya suka. tapi tak apa, karena hanya dia di benak saya.
dia muncul dengan senyum berjuta. tawa menggoda. saya bahagia. tapi ternyata hanya sesaat saja. memang tak ada yang selamanya. sekali lagi sakitnya menyerang saya. membuat saya merasa keram dari ujung kepala. dan sekali lagi saya tak jera.
tak apa. sakitnya tidak seberapa. sakitnya mulai membiasa. kini sudah tak terasa. hilang rasanya.
270310
Jumat, 17 Februari 2012
Talk About Responsibility
Mungkin sebentar lagi ada janji yang diinjak-injak sampai mati.
Atau omong kosong yang hanya kau tampilkan di dalam sebuah lemari, tak kau usik.
Dan suara yang kau berikan hanya sebatas bibir saja, tak kau renungi.
Ada masa ketika kau berdiri dengan kakimu sendiri.
Kamu akan mengerti bahwa teman-temanmu bukan mereka yang kamu harapi.
Pada akhirnya, kamu akan berdiri sendiri, menjilati ludah yang kamu semburkan di atas sepatumu sendiri.
Kamu belajar menangani rasa geli menertawakan diri yang sendiri dan mengelus kepalamu sendiri atas sisa-sisa tanggung jawab yang akan kamu lunasi.
Senin, 28 November 2011
Nevermore
When the tree grows higher
The more stars could be reached
The more sun could be embarrassed
but,
The more winds will flows
The more obstacles will be appear
but it will no more
if we be more hand-hold
Together.
M.A
The more stars could be reached
The more sun could be embarrassed
but,
The more winds will flows
The more obstacles will be appear
but it will no more
if we be more hand-hold
Together.
M.A
Sabtu, 20 Agustus 2011
MA MOP
MA
SUDAHKAH?
Sudahkah kau dengar sepucuk rindu yang kutitip pada angin malam barusan?
DIA?
Dia mengetuk helaian atapmu, bingkaian jendelamu dan dedaunan pintumu dengan lembut;
(Tuk.. Tuk.. Tuk..)
BERHARAP?
berharap kau kan membuka seruas ruang 'tuk dia berteduh, dari kejaran awan yang mulai sudah tak ramah padanya..
MOP
LUPAKAH?
iya, kamu selalu lupa. sudah kubilang berapa kali, sepucuk rindumu itu bahkan tak perlu mengetuk. terobos masuk pun tak apa.
Agar rindumu segera tau, didalam juga sudah ada rinduku.
Rinduku ini sampai menggigil, asal kau tahu.
Minggu, 06 Februari 2011
Hemaphrodite
Di ruangan itu,
Seorang wanita.
Pakaiannya mini.
Pahanya ditunjukkan memukau.
Badannya indah.
Pinggulnya ramping.
Berjalan di antara kepulan asap rokok lelaki.
Beberapa saling berbisik dengan tatapan nafsu.
Saat pandanganku sudah didominasi oleh para lelaki,
aku lebih tertarik dengan wanita itu.
Aku juga wanita yang berhak mencintai kan?
Apa salahnya?
Eits. Wanita itu menatapku. Dia seakan tau isi hatiku.
Sebelum dia berkata-kata aku pun menjawab,
"Yeah, sometimes, i wanna be a bitch."
Wanita itu terbahak, lalu membawaku pergi.
Meninggalkan lelaki berasap rokok di belakang.
Seorang wanita.
Pakaiannya mini.
Pahanya ditunjukkan memukau.
Badannya indah.
Pinggulnya ramping.
Berjalan di antara kepulan asap rokok lelaki.
Beberapa saling berbisik dengan tatapan nafsu.
Saat pandanganku sudah didominasi oleh para lelaki,
aku lebih tertarik dengan wanita itu.
Aku juga wanita yang berhak mencintai kan?
Apa salahnya?
Eits. Wanita itu menatapku. Dia seakan tau isi hatiku.
Sebelum dia berkata-kata aku pun menjawab,
"Yeah, sometimes, i wanna be a bitch."
Wanita itu terbahak, lalu membawaku pergi.
Meninggalkan lelaki berasap rokok di belakang.
Mudah Saja
Mudah saja.
Kamu tak perlu lagi memperhatikan aku.
Oh, maaf. Aku terlalu keGRan ya?
Maksud akun jangan memberikan aku perhatian. Ah.. SAMA SAJA, IDIOT!
Hm. Mungkin gini. Aku merasa kamu memberikan perhatian lebih padaku.
GR?
MEMANG!
Mudah saja.
Kamu tak perlu berhubungan lagi denganku.
Kamu menghubungi aku karena hanya aku yang mau mendengar ceritamu.
Karena hanya aku yang setia menampung ocehanmu tentang DIA, DIA, DIA yang tidak peduli padamu.
Berbeda dengan aku yang peduli hingga ke ujung helai rambutmu.
Ke sudut ruang tatapan kosong matamu.
Ke selusur pemikiran indahmu tentang DIA!
Mudah saja.
Katakan apa maumu.
Pergi dan seret DIA ke khayalan indahmu, dan tinggalkan aku di sini, di dalam kotak segiempat pepat ini.
Biar aku terkungkung perasaanku sendiri.
Biar dia ini tau rasa!
Biar dia mengecap bagaimana sih indahnya kesalahpahaman.
Salah dia sendiri kenapa tidak menuruti logika ku.
Tapi,
Kau tau tidak, dia selalu tertawa bahagia ketika kau juga tertawa bercerita tentang DIA.
Dia bahkan mampu tersenyum lebar ketika kamu tersipu malu setiap kali menyebut nama DIA.
Dia baik ya? Mungkin polos, atau malah bodoh. haha.
Mudah saja.
Buatkan aku mesin waktu.
Aku putar kembali waktuku.
Jadi, aku tak akan mengenalmu.
Jadi dia-ku tak akan salah paham.
Jadi, DIA tak perlu aku benci. Hingga..
Mungkin saja.
Hidup AKU dan dia-ku, KAMU, DIA,
akan;
mudah saja.
08.00
Saat sisa hujan semalam masih merintik.
Friday, 26 March 2010 at 09:44
Kamu tak perlu lagi memperhatikan aku.
Oh, maaf. Aku terlalu keGRan ya?
Maksud akun jangan memberikan aku perhatian. Ah.. SAMA SAJA, IDIOT!
Hm. Mungkin gini. Aku merasa kamu memberikan perhatian lebih padaku.
GR?
MEMANG!
Mudah saja.
Kamu tak perlu berhubungan lagi denganku.
Kamu menghubungi aku karena hanya aku yang mau mendengar ceritamu.
Karena hanya aku yang setia menampung ocehanmu tentang DIA, DIA, DIA yang tidak peduli padamu.
Berbeda dengan aku yang peduli hingga ke ujung helai rambutmu.
Ke sudut ruang tatapan kosong matamu.
Ke selusur pemikiran indahmu tentang DIA!
Mudah saja.
Katakan apa maumu.
Pergi dan seret DIA ke khayalan indahmu, dan tinggalkan aku di sini, di dalam kotak segiempat pepat ini.
Biar aku terkungkung perasaanku sendiri.
Biar dia ini tau rasa!
Biar dia mengecap bagaimana sih indahnya kesalahpahaman.
Salah dia sendiri kenapa tidak menuruti logika ku.
Tapi,
Kau tau tidak, dia selalu tertawa bahagia ketika kau juga tertawa bercerita tentang DIA.
Dia bahkan mampu tersenyum lebar ketika kamu tersipu malu setiap kali menyebut nama DIA.
Dia baik ya? Mungkin polos, atau malah bodoh. haha.
Mudah saja.
Buatkan aku mesin waktu.
Aku putar kembali waktuku.
Jadi, aku tak akan mengenalmu.
Jadi dia-ku tak akan salah paham.
Jadi, DIA tak perlu aku benci. Hingga..
Mungkin saja.
Hidup AKU dan dia-ku, KAMU, DIA,
akan;
mudah saja.
08.00
Saat sisa hujan semalam masih merintik.
Friday, 26 March 2010 at 09:44
Heuh
he’s interesting. he knows how to bring himself.
he’s not perfect but that makes him a human i can stand to be with.
he’s nice and warm.
he’s smells so good.
he smart and talented.
but then i have to ask myself, why does it feels like something’s wrong?
oh, right. he doesn’t want me.
and i’m smart enough to know that.
he wants that one particular girl.
a pretty girl damn high standard.
hhahahahahaha. eh, kok aku ketawa.
ah. aku sebenarnya hanya ingin menjadi individu yang pantas menyandang gelar “SAHABATMU”.
bukan aku yang harus mengerti jalan pikiranmu selama ini.
bukan aku yang membantu memikul bebanmu.
kamu tau kan?
aku ingin berhenti sebelum membuatmu muak.
aku tau aku tidak akan mampu bertahan saat kau berbalik pergi nanti.
Sunday, 11 April 2010 at 17:23
Melarikan Diri

teman.
aku mau makan.
lalu bersenang-senang.
kemudian terjun ke kolam.
dan berbasah-basahan.
dengan kalian.
sungguh.
Diluar Hujan
hitam menggulung-gulung
tak henti-henti,
tak putus-putus.
Langit sembunyi
marah-marah,
menangis-nangis,
dingin.
bising.
kapankah kita akan berdamai?
Rabu, 01 Desember 2010
Punguk dan Bulan
PUNGUK:
Bulan tak kunjung bersinar malam ini, padahal punguk menanti dengan penuh harap. Entah, hari apa ini. Punguk lupa, dan ingin selalu melupakan hari ini.
BULAN:
Senin, 01 November 2010
Aku Boneka
Aku boneka gadis berkepang pirang.
Aku dimiliki oleh seorang manusia perhatian.
Aku diberi makan kapas.
Banyak kapas.
Aku dibelikan baju berenda-renda merah jambu.
Sepasang kakiku diberi sepatu balet biru.
Aku diberi pita kuning penghias kepangku.
Aku selalu diberi. Aku selalu di pilihkan.
Aku tidak diperkenankan memilih sendiri warna yang aku mau
Aku dibelikan baju berenda-renda merah jambu walaupun aku ingin yang jingga.
Sepasang kakiku diberi sepatu balet biru walaupun aku ingin yang hijau.
Aku diberi pita kuning penghias kepangku walaupun aku ingin yang cokelat.
Aku tidak dibolehkan memilih.
Katanya, aku cuma boneka.
Mereka pikir aku tak tau apa yang terbaik untuk tubuh kapasku.
Suatu kali aku meminta topi putih,
Namun mereka malah memilihkan warna hitam untukku.
Aku memberontak.
Aku ingin yang putih.
Aku sangat menyukai topi putih.
Dia mengerti aku.
Dia selalu melindungi aku.
Dan mereka tetap memberiku topi hitam.
Kadang,
walaupun sesekali,
aku ingin memilih.
Kamis, 09 September 2010
jadi, ini.
jadi, ini semua hanya salah paham.
jadi, ini semua hanya ketidaksinkronan jiwa.
jadi, ini semua adalah cerita dimana aku bertindak A, dan kamu menanggapi dengan B.
jadi, keadaan ini tambah rumit ketika kamu diam.
jadi, inilah masalah sebenarnya.
sudah kuduga, kamu harus mendengarkan penjelasanku dulu.
tidak semua hal dapat dimengerti hanya dari tindakan kan?
tapi kamu menutup telinga.
lalu kamu merajuk.
tidak terima.
tidak peduli.
kamu sadar tidak, kamu itu sudah hampir membusuk dalam ketidakmengertainmu sendiri.
puncaknya, kamu mencoret namaku di otakmu.
dalam pikiranmu, aku kamu beri label "orang yang harus dihindari saat ini"
hanya gara-gara hal bodoh yang kamu lakukan.
hanya gara-gara salah paham.
gara-gara kamu menutup telinga.
gara-gara kamu tidak peduli.

sahabat, mau tarik kata-kata kamu sekarang?
Rabu, 08 September 2010
Kolam
Mengapa kau
menyeret aku ke tetengahan kolam.
Sedangkan kau tau,
berada disisimu pun aku tak biasa.
Aku belum mampu untuk kau ajak bersama.
Kakiku masih terlalu gagu untuk melayang di air.
Biarlah aku kini di tetepian kolam saja.
disini aku bisa menapak.
Mengapa kau
menyeretku ke tetengahan kolam.
belum waktunya untuk aku ke tengah.
Tak apa bagiku jika hanya melihatmu dari tetepian sini.
hingga saatnya tiba,
aku sendiri yang akan menyusulmu.
dan jangan bekali aku dengan pelampung.
Jumat, 03 September 2010
Berbincang dengan Sapu Ijuk
aku ingin kau tau juk, kau lah satu-satunya temanku disini.
aku terkungkung di ruangan ini, dan ini membuatku gila!
apa? kau bilang aku memang sudah gila?
tidak juk. mereka salah paham.
aku tidak gila kok.
apa? kau mau tau kenapa aku bisa sampai disini?
hm..juk..juk..
aku hanya memisahkan diri dari hingar bingar dunia busuk ini, juk..
dunia ini sudah sakit.
aku tidak ingin terlibat.
keluargaku katamu?
kau pinta aku pulang?
tidak saat pilihan lainnya adalah tidak ada. pulang berarti sendiri, sendiri berarti hening.
sudahlah juk.
nikmati saja ini.
Toh dunia tak akan mau ambil peduli.
Egois memang, tapi inilah kenyataan.
ngomong-ngomong...
kau siap untuk pagi ini, teman?
...
aku terkungkung di ruangan ini, dan ini membuatku gila!
apa? kau bilang aku memang sudah gila?
tidak juk. mereka salah paham.
aku tidak gila kok.
apa? kau mau tau kenapa aku bisa sampai disini?
hm..juk..juk..
aku hanya memisahkan diri dari hingar bingar dunia busuk ini, juk..
dunia ini sudah sakit.
aku tidak ingin terlibat.
keluargaku katamu?
kau pinta aku pulang?
tidak saat pilihan lainnya adalah tidak ada. pulang berarti sendiri, sendiri berarti hening.
sudahlah juk.
nikmati saja ini.
Toh dunia tak akan mau ambil peduli.
Egois memang, tapi inilah kenyataan.
ngomong-ngomong...
kau siap untuk pagi ini, teman?
...
Kamu kira kamu siapa? Putri Raja?
hai gadis, kamu manis deh.
aku juga gadis, tapi aku suka kamu.
suka melihat kamu. suka mata kamu dengan bulu mata yang melentik angkuh.
suka bibir kamu yang terpasang indah. suka tangan kamu yang halus dan terawat.
suka. suka. suka.
suka fisik.
tidak lebih.
selebihnya...
hai gadis, otak kamu busuk deh..
kamu pelit. kamu sombong.. kamu bodoh.. kamu tidak jujur.
kamu sok memerintah. kamu harus mendapatkan apa yang kamu mau,
sekarang.
tidak boleh ditunda.
tidak boleh nanti.
apalagi besok!
harus sekarang.
ahaha.. aku suka. tapi aku muak.
dan aku muak karena aku suka.
suka 3 kali
muak 9 kali.
kamu kira kamu siapa? putri raja?
aku juga gadis, tapi aku suka kamu.
suka melihat kamu. suka mata kamu dengan bulu mata yang melentik angkuh.
suka bibir kamu yang terpasang indah. suka tangan kamu yang halus dan terawat.
suka. suka. suka.
suka fisik.
tidak lebih.
selebihnya...
hai gadis, otak kamu busuk deh..
kamu pelit. kamu sombong.. kamu bodoh.. kamu tidak jujur.
kamu sok memerintah. kamu harus mendapatkan apa yang kamu mau,
sekarang.
tidak boleh ditunda.
tidak boleh nanti.
apalagi besok!
harus sekarang.
ahaha.. aku suka. tapi aku muak.
dan aku muak karena aku suka.
suka 3 kali
muak 9 kali.
kamu kira kamu siapa? putri raja?
Mudah Saja

Kamu tak perlu lagi memperhatikan aku.
Oh, maaf. Aku terlalu keGRan ya?
Maksud aku memberikan aku perhatian. SAMA SAJA, IDIOT!
Hm. Mungkin gini. Aku merasa kamu memberikan perhatian lebih padaku.
GR?
MEMANG!
Mudah saja.
Kamu tak perlu berhubungan lagi denganku.
Kamu menghubungi aku karena hanya aku yang mau mendengar ceritamu.
Karena hanya aku yang setia menampung ocehanmu tentang DIA, DIA, DIA yang tidak peduli padamu. Berbeda dengan aku yang peduli hingga ke ujung helai rambutmu.
Ke sudut ruang tatapan kosong matamu.
Ke selusur pemikiran indahmu tentang DIA!
Mudah saja.
Katakan apa maumu.
Pergi dan seret DIA ke khayalan indahmu, dan tinggalkan aku di sini, di dalam kotak segiempat pepat ini.
Biar aku terkungkung perasaanku sendiri.
Biar dia ini tau rasa!
Biar dia mengecap bagaimana sih indahnya kesalahpahaman.
Salah dia sendiri kenapa tidak menuruti logika ku.
Tapi,
Kau tau tidak, dia selalu tertawa bahagia ketika kau juga tertawa bercerita tentang DIA.
Dia bahkan mampu tersenyum lebar ketika kamu tersipu malu setiap kali menyebut nama DIA.
Dia baik ya? Mungkin polos, atau malah bodoh. haha.
Mudah saja.
Buatkan aku mesin waktu.
Aku putar kembali waktuku.
Jadi, aku tak akan mengenalmu.
Jadi dia-ku tak akan salah paham.
Jadi, DIA tak perlu aku benci. Hingga..
Mungkin saja.
Hidup AKU dan dia-ku, KAMU, DIA,
akan;
mudah saja.









