Finally, ini gambar requestnya dari jaman tujuh belasan kemaren baru siap hari ini. Sungguh luar biasa efek kemalasan mempengaruhi produktivitas seseorang. Ngegambar sketsa ukuran A3 aja sampai 2 bulan lebih. Walau lama tapi akhirnya selesai juga HAHAHA
masih banyak kekurangan, kayak tangan dan kaki objek yang *kayaknya sih* kekecilan :3 tapi lumayanlah alhamdulillah siap sebelum deadline. Wish me luck (lagi) ! :)
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Oktober 2014
Senin, 10 Maret 2014
To The Jungle (part 1)
Alhamdulillah masa-masa sulit di kuliah berakhir. Iya, masa-masa sulit kuliah saja. Sebelumnya saya menyadari sepenuhnya, akan ada banyak lagi masa-masa sulit setelah urusan perkuliahan ini berakhir. Pada tanggal 22 Februari 2014 kemaren, alhamdulillah saya mengakhiri fase "pelajar" dalam hidup saya. Maksud saya pelajar yang resmi hahaha.. karena tentu saja, menjadi pelajar tidak hanya di lembaga-lembaga pendidikan semata, di luar dari itu malah lebih banyak lagi ilmu yang bisa kita peroleh, bahkan hanya dengan ber observing. (kecuali kalo saya nyambung lagi S2, barulah saya kembali menjadi pelajar resmi dan saya memang berniat ingin kuliah lagi, tapi saya pengen untuk bekerja terlebih dahulu).
Dengan telah terwisudanya saya, maka banyak hal yang telah dan akan berubah pastinya. Free time semakin banyak, lebih sering malas-malasan, positifnya saya lebih banyak membaca buku karena ketika jaman kuliah kemaren saya selalu haus akan membeli buku, namun hanya beberapa yang dibaca karena sedang kalut dengan urusan per-skripsi-an :D, plus hilangnya kegiatan orang-orang terdekat yang bertanya "KAPAN WISUDA?" hahaha..
Di samping itu, hal yang juga menjadi perhatian saya setelah dua minggu resmi menjadi Job Seeker ini adalah BANYAKNYA TEMAN SAYA YANG TIBA-TIBA MENGIRIMKAN UNDANGAN PERNIKAHANNYA KE RUMAH. ya tuhan, saya menjadi berpikir, apa yang membuat mereka untuk memilih mengikat diri mereka dalam lembaga pernikahan secepat ini? Atau mungkin, bukan mereka yang cepat dan terburu-buru, mungkin saja SAYALAH YANG TERLALU LELET! HHAHAHAH
Memang orang tua saya belum tergesa-gesa untuk memiliki seorang menantu. Tapi, dalam penilaian dari diri saya sendiri, saya belumlah termasuk tipe orang yang telah siap untuk berumah tangga. Berhubung dalam seminggu ini udah 3 buah undangan yang saya terima, maka sebuah pertanyaan pun menggelitik hati dan otak saya, Mampukah saya untuk juga segera menuju ke jenjang pernikahan dan membentuk sebuah keluarga?
Memang secara fisik -terlebih karena hormon estrogen saya sudah berfungsi secara aktif- (dan umur, mungkin) saya sudah pantas berkeluarga, namun secara mentally, kepribadian, pemikiran, serta ego, saya belum matang. Faktor 'keuangan' pun saya belum mapan, akan tetapi wanita tidak perlu diperhitungkan penghasilannya bukan? (meskipun begitu saya tetap ingin sekali bekerja). Saya belum dewasa karena saya menganggap saya masih dominan memikirkan diri sendiri. Saya akui, saya tipe orang yang egois. Ketika ibu saya sakit kemaren, barulah saya tersadar bahwa saya sebagai anak satu-satunya, tidaklah pantas untuk berpusat pada diri sendiri. Barulah saya tersadar bahwa sayalah yang selanjutnya yang akan bertanggungjawab. Sayalah yang akan memegang tongkat estafet selanjutnya untuk mengurus keluarga ini. Dan sayalah yang akan mengurus mereka, orang tua saya, karena hanya sayalah yang mereka miliki.
Saya masih belajar untuk itu, dan masih banyak lagi hal yang harus saya pelajari dan dibiasakan agar nanti hal-hal kecil pemicu permasalahan dalam rumah tangga lebih diminimalisir. Karena menurut saya, berkeluarga adalah sebuah kegiatan yang wajib dan hanya (harus) sekali terjadi seumur hidup, dan pernikahan adalah lembaga yang sakral, serta berumah tangga adalah sebuah hal yang rumit, rumit! Berkeluarga bukan hanya mengenai pertambahan anggota baru dalam keluarga besar, melakukan hubungan seks, dan mempunyai anak, tapi lebih, lebiiihhhh dari itu, berkeluarga berarti juga mengenai bertanggung jawab, loyalitas, kejujuran, kesetiaan, dan banyak hal lainnya. Dan jelas saya belum siap berumah tangga apabila tanggung jawab untuk diri sendiri dan memikirkan diri sendiri saja saya belum bisa sepenuhnya.
to be continued...
Rabu, 26 Februari 2014
Lembaran (yang kali ini) Tanpa Tulisan part 2
minggu ini saya menggambar Natalie Portman, yang ini agak lama nyeleseinnya, soalnya selama proses ngerjainnya, mood menggambar saya lagi naik turun gak stabil. Belum lagi pada pengalaman sebelumnya menggambar objek "cewek", saya gagal segagal-gagalnya haha.. jadi aja pas menggambar Natalie jadi gak pedean.. menurut saya beda banget menggambar objek cowok dan cewek. Saya sih lebih senang menggambar cowok. Saya lebih senang gambar cowok bukan karena jenis kelamin saya cewek sih. Toh cowok2 yang saya gambar gak ganteng dan tampan-tampan, tapi saya lebih mencari wajah yang berkarakter. Menurut saya sih, menggambar objek yang berkarakter lebih mudah dikenali (diketahui) hasil akhirnya, walaupun hasil akhirnya ituh jweeleek :D
Kayak Leonardo Dicaprio, ciri khasnya itu ada di mata yang menjorok ke dalam dan tajam, bibir yang tipis, senyum yang menggoda (aaaaaaaaaaakkk~~)
pas menggambar ini saya juga jadi sering nyanyiin lagunya coldplay macam Fix You :D
ada yang beda dari dua gambar di atas (muke nye jelas aja beda) yaitu.... arsiran rambut! liat rambutnya leo item semua kayak pake kopiah, dan bandingkan dengan rambutnya si chris yang lebih ber-highlight.. iya, pada akhirnya saya menemukan alternatif lain untuk membuat highlight pada rambut (yang mungkin merupakan cara yang salah dan masih primitif) menggunakan eraser pen. saya cukup mengayun-ayunkan penghapus dengan jemari lentik penari saya dan kemudian tadaaa... terciptalah highlight abal-abal (tapi lumayan lah) !
dan minggu ini, dengan jangka waktu yang cukup lama -jika dibandingkan dengan gambar saya yang lain-saya menggambar objek cewek, Natalie Portman :)
gambar ini saya pake 6H, 2B, 4B, dan 8B.
Seperti yang tadi saya bilang, lebih seneng gambar cowok daripada cewek. Alasan lain yaitu karena karakter wajah cowok lebih kasar dari cewek. Kalo muka cowok itu lebih kasar, lebih jelas gradasi antara hitam dan putihnya. Kalo cewek menurut saya lebih haluuus~~ dan banyak ditemukan adanya gradasi gelap terang yang tidak terlalu kentara terlihat, sehingga butuh ekstra teliti dan lebih detail. Dan di gambar ini pun saya masih terkendala masalah rambut. Sempat terpikirkan untuk menggambar Natalie Portman yang pelontos tanpa rambut kayak pas dia di pelem V for Vendeta, tapi kalo gak terus-terusan dicoba, saya gak bakalan bisa-bisa menggambar rambut. Saya kan banyak ngepens sama artis-artis yang berambut lebat macam Amanda Seyfried dan Emma Watson. Terakhir saya menggambar Amanda malah jadinya beginih:
inilah gambar cewek saya yang pertama sodara-sodara :D kayaknya saya juga harus lebih banyak menggambar cewek wahahaha
oh ya, ini satu lagi, si papskiiiiiiihhhhh :)
Kayak Leonardo Dicaprio, ciri khasnya itu ada di mata yang menjorok ke dalam dan tajam, bibir yang tipis, senyum yang menggoda (aaaaaaaaaaakkk~~)
pas ngegambar leo ini saya jadi terbawa suasana nyanyiin lagu Lana del Ray yang liriknya 'will you still love me.. when i'm no longer.. young.. and beautiful~~' soundtrack pelemnya si leo yang baru, The Great Gatsby.
trus juga kayak Chris Martin lead vocalistnya Coldplay, juga punya karakter yang lebih menonjol pada bagian mata dan bibir
ada yang beda dari dua gambar di atas (muke nye jelas aja beda) yaitu.... arsiran rambut! liat rambutnya leo item semua kayak pake kopiah, dan bandingkan dengan rambutnya si chris yang lebih ber-highlight.. iya, pada akhirnya saya menemukan alternatif lain untuk membuat highlight pada rambut (yang mungkin merupakan cara yang salah dan masih primitif) menggunakan eraser pen. saya cukup mengayun-ayunkan penghapus dengan jemari lentik penari saya dan kemudian tadaaa... terciptalah highlight abal-abal (tapi lumayan lah) !
dan minggu ini, dengan jangka waktu yang cukup lama -jika dibandingkan dengan gambar saya yang lain-saya menggambar objek cewek, Natalie Portman :)
gambar ini saya pake 6H, 2B, 4B, dan 8B.
Seperti yang tadi saya bilang, lebih seneng gambar cowok daripada cewek. Alasan lain yaitu karena karakter wajah cowok lebih kasar dari cewek. Kalo muka cowok itu lebih kasar, lebih jelas gradasi antara hitam dan putihnya. Kalo cewek menurut saya lebih haluuus~~ dan banyak ditemukan adanya gradasi gelap terang yang tidak terlalu kentara terlihat, sehingga butuh ekstra teliti dan lebih detail. Dan di gambar ini pun saya masih terkendala masalah rambut. Sempat terpikirkan untuk menggambar Natalie Portman yang pelontos tanpa rambut kayak pas dia di pelem V for Vendeta, tapi kalo gak terus-terusan dicoba, saya gak bakalan bisa-bisa menggambar rambut. Saya kan banyak ngepens sama artis-artis yang berambut lebat macam Amanda Seyfried dan Emma Watson. Terakhir saya menggambar Amanda malah jadinya beginih:
oh ya, ini satu lagi, si papskiiiiiiihhhhh :)
Label:
hobby,
i.magi.nat.ion,
Interesting,
Life,
sketching
Selasa, 24 Desember 2013
Lembaran (yang kali ini) Tanpa Tulisan
Lama gak mosting tulisan karena beberapa hal. Sebagian besarnya adalah karena saya lagi disibukkan sama tugas akhir, dan alhamdulillah dalam bulan ini sudah bisa kompre. Alasan yang lainnya adalah saya mempunyai hobi baru yang sangat-sangat menyenangkan akhir-akhir ini, mensketsa!
Hobi ini berawal dari Radite yang memamerkan sketsa wajah dirinya sendiri pada saya. Dan melihat itu, saya juga gak mau kalah, dan dalam waktu beberapa jam, saya bikin lah sketsa kasar wajah Radite. Sketsa saya yang pertama itu cukup gagal dengan kemiripan hanya 20% (pffft) dengan wajah asli Radite. Saya pikir, kok dalam sketsa wajah ini, si kudit lebih mirip Zumi Zola (pffft), dan kemudian, setelah memamerkan gambar kasar tersebut pada kudit, saya kembali fokus pada kegiatan lain dan membiarkan gambar tersebut begitu saja.
Beberapa hari kemudian, liat gambar kudit yang taleak sembarangan di karpet kamar di antara lembaran-lembaran revisi skripsi, terbersit untuk membenahi gambar sketsa tersebut. Kebetulan malam itu lagi gak ada kegiatan juga. Dan saking niatnya, saya liat-liat pidio youtube dulu sebentar tentang how to sketch. Dan setelah dapat gambaran cara ngebikin yang benernya, hobi ini dimulai :)
Dari sketsa wajah kudit yang ini lumayan mendingan mirip dibandingkan dengan sketsa yang lebih mirip zumi zolla yang kemaren. Namun sayang beribu kali sayang, KENAPA YA WAKTU ITU SAYA HARUS MEMAKAI KERTAS BEKAS REVISI SEKERIPSIHHH??? Jidat si kudit jadi bermotif tulisan kayak gitu. Saya ngutuk2 dalam hati. Sketsa yang lain juga bernasib sama, seperti ini:
yang ini adalah sketsa wajah teman saya, Yani, dan kakak laki-laki saya Tobey Maguire dengan tarantulanya. sangat sangat banyakkk kekurangan, apa lagi gradasi antara terang gelapnya, tingkat kedetailannya, dan, lagi-lagi, saya memakai kertas bekas sekeripsih. S*it!!
Dan saya publish ke facebook, dan eh, banyak yang ngasih semangat, hihihihih, dan saya langsung on fire menggebu-gebu dan berhasrat bernafsu dan libido saya lagi tinggi-tingginya untuk lebih banyak lagi ngegambar.
Dan dari itulah munculnya rentetan gambar yang masih amatir berikut iniiih:
Ini sketsa wajah kak intan, sketsa pertama saya yang menggunakan pensil selain 2b. melihat sketsa2 yang lalu yang kayaknya perbedaan antara terang dan gelapnya gak terlalu terlihat kentara, saya memutuskan untuk menambah amunisi lagi, pensil 4b. Biar pas yang bagian gelapnya jadi lebih kuat..
Ini sketsa wajah nova. pas yang ini belajar mengarsir, dan menurut saya kesalahan yang fatal ada di pencahayaan. Namun nafsu ngesektsa saya pada waktu itu masih menggebu nih :v
Ini sketsa wajah bg ari, senior saya di kampus. kalo di liat2 saya cuman detail di wajah. hal2 lain kayak baju, latar agak kurang begitu menarik perhatian (baca: malaaaasss) padahal hal2 kecil kayak gitu juga mempengaruhi hasil :3
yang ini Christian Bale, cover American Psycho (tanpa bercak2 darah :v). di gambar ini objek lebih ke kiri, hahaha
dan ini sketsa wajah yang terakhir saya gambar, Daron Malakian, gitaris System of a Down. Saya agak kesulitan menggambar rambut. Liat aja di gambar2 sebelumnya, rata-rata rambutnya gak bertekstur, saya arsir rata aja semua, hahaha.. Hal sulit yang lainnya yaitu waktu saya ngegambar telinga. itu juga agakkkkk susaaaaaaahhhhh, dan bajunya Daron (lagi-lagi karena malas) saya arsir gak rapih alakadar aja. Sungguh kemalasan ini bisa-bisa merenggut hal-hal baik yang seharusnya ada *tsah*...
Dalam hal mensketsa, saya cenderung lebih memilih objek yang karakternya jelas, kaya ekspresi, atau punya sesuatu yang unik dan beda dari objek2 yang lain. lebih semangat aja ngegambar objek2 kayak gitu. :) Sekarang lagi ngumpulin mood ngesketsa lagi, susah juga sih untuk ngegambar diantara persiapan ujian ini. yah, semoga awal tahun nanti mood ini udah terkumpul dan menggebu-gebu lagi, dan bersiap untuk bersenang-senang dengan kepingan puzzle yang baru ini.
Label:
hobby,
i.magi.nat.ion,
Interesting,
Life,
sketching
Senin, 26 Agustus 2013
Benci untuk Mencinta
Oh betapa ku saat ini ku benci untuk mencinta. Mencintaimu.
Oh betapa ku saat ini ku cinta untuk membenci. Membencimu
Aku tak tahu apa yg terjadi antara aku dan kau.
Yang ku tahu pasti, ku benci untuk mencintaimu.
Yang ku tahu pasti, ku benci untuk mencintaimu.
-Naif
Senin, 12 Agustus 2013
Di Suatu Sore Yang Temaram
ini semua berawal dari perbincangan saya dengan rekan dan sodara seperguruan yang sama-sama bercita-cita ingin mewujudkan kampung halaman kami tercinta Cendung Gigapolis menjadi Cendung Terapolis, bang cecep. Disore hari yang temaram dimulailah percakapan yang terhubungkan lewat sebuah media metropolis mania bernama chattingan pesbuk. Marilah kita tanyakan, hal terkece apakah yang kami bicarakan pada saat chatingan..
yang benar-benar menguras emosi dan segenap air mata bercucuran layaknya air ketek yang menetes dari pori2 ketiak menembus lapisan baju?????
JAWABANNYA..
ea cerita tentang bagaimana keseharian pria kekar macho ini di kampus mengurus segala hal yang berkaitan dengan kewisudaan dia. Sebuah percakapan yang (pada awalnya) mengoyak hati bagai sembilu.. (pada awalnya, namun sehabis chat tetap meninggalkan bekas tertorehan luka yang tak mengering)
bang cecep entah niat curhat mengeluh atau mengungkapkan kebanggaan secara gak langsung, bilang "litak den puta2 kampus maurus wisuda ko heh, huf"
saya terpana melihat deretan-deretan kata yang bermunculan di setiap baris chat tersebut. namun dengan segenap tenaga dan menguras stamina, demi apapun saya mencoba berjiwa besar dan patriotis serta tetap mensupport rekan dan saudara sepertemanan-antar-nenek tersebut. dan dengan seketika di saat itu naluri feminisme keperempuan-perempuanan saya sekonyong-konyong keluar dari dalam diri memancarkan aura kembang desa.
adapun perwujudan dari naluri feminisme tersebut adalah sebuah ide yang mana menyangkut sebuah pertanyaan "aku mau lihat, fashion seperti apa sih yang akan kamu kenakan pas graduation day nantik? karya adibusana siapa yang kamu pakai?"
lalu terurailah cerita bahwa bang cecep yang santun dan qana'ah tersebut akan mengenakan kebaya transparan.
Jadi konsep kebaya itu dari bahan brokat motif bunga tanpa dikasih puring. jadi transparan aja. tema kebayanya itu yaitu PURE AND NATURAL. nah, biar elegan dan kesannya sophisticated dan agak ningrat, di ujung restleting dikasih seperangkat alat pengaman berupa kunci restleting lengkap dengan kode password dan gembok. hal ini bertujuan agar si pemakai tetap aman walaupun anonoh. adibusana ini juga mengisyaratkan dan mengusung tema "AVAILABLE TO SEE BUT NOT TO TOUCH"
namun setelah kesadaran ini kembali maka tema yang paling tepat adalah "HOW TO BECOME A HONORABLE BITCH"
ps: mohon maaf atas postingan pasca lebaran kali ini. mohon dimaklumi, dan anggaplah ini sebuah pembelajaran untuk bg ncep dan saya sendiri untuk tetap menjaga norma2 serta keagungan moral yang selama ini dijunjung, dimanapun berada, dan mengubah cara pandang yang semakin menuju ke arah ketidak-beresan terhadap mengamati sebuah objek.
Kamis, 11 Juli 2013
Ini Hidup
Temanku.
Sudahkah kau dengar, begitu banyak yang telah berubah. Bahkan mimpi pun tidak lagi sama. Beberapa telah menjadi nyata, beberapa diantaranya bertahan menjadi hiasan bantal. Beberapa kisah bertahan begitu lama, mungkin selamanya. Sementara beberapa lainnya, berakhir diantara air mata dan kecewa.
Apakah sampai kabarnya ketempatmu berada, beberapa kejadian tentang kebodohan zaman. Tentang beberapa kawan yang menjemput mautnya bersama penyesalan. Atau cerita indah tentang mereka yang membangun hidup baru dengan penuh suka cita..kau, salah satunya.
Temanku,
Coba runtutkan kejadian tentang lalu. Kita sebut itu ingatan. Kita biasa mengangkat buku-buku cerita dan berbicara tentang baju, sepatu, makanan, lagu-lagu my chemical romance dan sheila on 7, atau hidup yang tak sesuai dengan apa yang kita mau. Kita biasa berbicara apa saja, sampai bertahun-tahun berikutnya pun, kita masih saja berbicara. Bertukar cerita.
Temanku yang jauh disana,
Bagaimana kau mengisi waktumu? Apa dengan mengalami kejatuhan, atau Tuhan masih saja memperlakukanmu sebagai gadis manisnya. Memberimu hidup yang minim drama. Semoga apapun itu, kita, kau dan aku, bukan lagi bagian dari pecundang yang membuang waktu untuk menangisi dendam dan sesal. Bukan bagian dari mereka yang tertahan di sehari sebelumnya, di waktu-waktu yang telah dilewati dengan kesalahan. Semoga tidak lagi.
Tidak saat ini dan nanti.
Temanku,
Diantara malam, diantara ruang yang tercipta antara antara kau dan aku, aku selipkan doa. Untukmu saja, untuk hari tuamu yang menunggu disana. Selipkan doa untuk kebahagiaan yang masih terdiam menunggu saatnya.
Berdoalah tentang hidup. Semoga hari-harimu bisa kau lalui bersama orang-orang teristimewa. Semoga tahun-tahunmu kau habiskan melakukan sesuatu yang membuatmu tersenyum, setipis apapun itu.
Berdoalah tentang mati. Semoga ketika dia menjemputmu, semoga ketika dia menjemput orang-orang disekitarmu, tidak akan ada penyesalan tentang tindakan yang sudah, ataupun belum sempat kau lakukan.
Berdoalah tentang keikhlasan. Semoga tanpa embel-embel Tuhan, kau bisa percaya, semua yang terjadi diatur berdasarkan rentetan waktu.
Setelahnya, tepuk bantalmu, dan ingat saja tentang aku. Tentang masa muda yang biasa kita habiskan dengan membagi tawa dan semuanya. Kemudian tidurlah dalam senyum, ucapkan selamat malam kepada bantal yang setia memberimu sandaran.
Dan bermimpilah.
Sudahkah kau dengar, begitu banyak yang telah berubah. Bahkan mimpi pun tidak lagi sama. Beberapa telah menjadi nyata, beberapa diantaranya bertahan menjadi hiasan bantal. Beberapa kisah bertahan begitu lama, mungkin selamanya. Sementara beberapa lainnya, berakhir diantara air mata dan kecewa.
Apakah sampai kabarnya ketempatmu berada, beberapa kejadian tentang kebodohan zaman. Tentang beberapa kawan yang menjemput mautnya bersama penyesalan. Atau cerita indah tentang mereka yang membangun hidup baru dengan penuh suka cita..kau, salah satunya.
Temanku,
Coba runtutkan kejadian tentang lalu. Kita sebut itu ingatan. Kita biasa mengangkat buku-buku cerita dan berbicara tentang baju, sepatu, makanan, lagu-lagu my chemical romance dan sheila on 7, atau hidup yang tak sesuai dengan apa yang kita mau. Kita biasa berbicara apa saja, sampai bertahun-tahun berikutnya pun, kita masih saja berbicara. Bertukar cerita.
Temanku yang jauh disana,
Bagaimana kau mengisi waktumu? Apa dengan mengalami kejatuhan, atau Tuhan masih saja memperlakukanmu sebagai gadis manisnya. Memberimu hidup yang minim drama. Semoga apapun itu, kita, kau dan aku, bukan lagi bagian dari pecundang yang membuang waktu untuk menangisi dendam dan sesal. Bukan bagian dari mereka yang tertahan di sehari sebelumnya, di waktu-waktu yang telah dilewati dengan kesalahan. Semoga tidak lagi.
Tidak saat ini dan nanti.
Temanku,
Diantara malam, diantara ruang yang tercipta antara antara kau dan aku, aku selipkan doa. Untukmu saja, untuk hari tuamu yang menunggu disana. Selipkan doa untuk kebahagiaan yang masih terdiam menunggu saatnya.
Berdoalah tentang hidup. Semoga hari-harimu bisa kau lalui bersama orang-orang teristimewa. Semoga tahun-tahunmu kau habiskan melakukan sesuatu yang membuatmu tersenyum, setipis apapun itu.
Berdoalah tentang mati. Semoga ketika dia menjemputmu, semoga ketika dia menjemput orang-orang disekitarmu, tidak akan ada penyesalan tentang tindakan yang sudah, ataupun belum sempat kau lakukan.
Berdoalah tentang keikhlasan. Semoga tanpa embel-embel Tuhan, kau bisa percaya, semua yang terjadi diatur berdasarkan rentetan waktu.
Setelahnya, tepuk bantalmu, dan ingat saja tentang aku. Tentang masa muda yang biasa kita habiskan dengan membagi tawa dan semuanya. Kemudian tidurlah dalam senyum, ucapkan selamat malam kepada bantal yang setia memberimu sandaran.
Dan bermimpilah.
Rabu, 05 Juni 2013
Minggu, 21 April 2013
Meruntuhkan Tembok
Ternyata buka warung di rumah
banyak untungnya emang. Selain nambah-nambah penghasilan, juga bisa
nambah-nambah kenalan. Baru aja sehari full saya duduk jagain toko (hari ini
saya tinggal sendirian), saya udah kenalan sama 6 orang adik-adik kecil yang tinggal
di komplek perumahan. Jujur aja, ini sesuatu yang baru bagi saya yang terbiasa
duduk di kamar ngerjain tugas, atau Cuma ngenet dan baca komik atau novel,
mengoleksi debu. Saya jarang berinteraksi dengan tetangga.
Tapi setelah warung ini dibangun,
tentu saja saya sebagai anak juga ikut bertanggungjawab mengambil bagian jaga
toko. Awalnya saya sebal, malas, grogi, aneh, membayangkan kalau nantinya saya
bakal berhadapan sama banyak orang. Itu bukan saya banget. Trauma lama sama
tetangga menyebabkan saya untuk menutup diri dari pergaulan sekitar rumah. Dan sekarang
tiba-tiba saya dihadapkan pada sebuah kewajiban untuk menjaga sebuah warung. Tempat
transaksi, tempat dimana banyaknya interaksi sosial terjadi. Ngeri? Iya!
Namun saya gak punya pilihan. Lagian
kalau saya membiarkan orang tua saya bekerja sendirian sedangkan saya
asyik-asyikan di kamar, kok rasanya saya kurang ajar sekali. Jadilah dengan
penuh tanggungjawab, saya ikut ambil andil dalam penjagaan toko ini. Sekalian belajar
gaul. Jujur, saya juga gak mau lama-lama hidup sama tembok. Dingin.
Hari ini berjalan baik. Walaupun saya
gak apal-apal banget berapa harga barang karena ada sekitar seratusan lebih
jenis barang di warung kami (untungnya ada daftar harga yang saya susun rapih
dalam bentuk tabel. Iya, saya lebih berminat jadi manager daripada jadi penjaga
warung hahaha). Hari ini saya jaga warung sembari menyelesaikan revisi tugas
akhir saya (besok mau bimbingan lagi soalnya).
Seperti yang saya bilang tadi,
saya jadi banyak kenal adik-adik kecil di komplek sini. Ada Dhea dan Ayu, adik
kakak berambut kuncir kuda asal Bandung, yang hari ini udah tiga kali mampir ke
warung dengan sepeda pink mereka. Dhea si kakak kelas 3 SD, dan Ayu yang baru
berumur 5 tahun. Mereka suka Alpenliebe Eclairs. Selalu itu yang mereka beli.
Kedatangan mereka yang pertama, saya Cuma senyum aja, gak banyak ngomong. Pengen
sih nanyain nama mereka siapa, tapi emang dasar grogian, saya Cuma senyum aja
dan bilang “makasih,” waktu mereka pergi. Gitu juga sama kedatangan mereka yang
kedua kali. Tapi pas yang ketiga kalinya, saya beranikan diri untuk nanya nama
mereka, karena mereka senyum-senyum ngeliat saya yang juga senyum-senyum dari
tadi. Akhirnya saya dapat dua orang kenalan baru.
Kemudian ada juga Frans dan
Pelik, abang adik yang juga asal jawa. Sebenarnya dua bersaudara ini juga udah
pernah datang kemaren-kemaren, tapi karena hari ini saya full seharian jaga,
jadilah intensitas pertemuan kami semakin sering, dan saya pun memberanikan
diri untuk berkenalan dengan abang adik ini. Yang sering datang sih si Pelik,
bocah umur 3-4 tahunan yang selalu beli kopi atau kalo nggak Royco,
kadang-kadang beli chiki juga. Kayaknya dia sering disuruh-suruh emaknya. Nah kalo
si Frans ini baru 2 kali saya ngeliatnya. Dia sekitar seumuran Dhea. Gak beda
jauh sama adiknya, belanjanya ajinomoto atau kalo nggak kopi.
Terus ada juga Andini dan Rianda,
kakak adik yang sering pakai sepeda couple kalau ke warung saya. Andini si
kakak manis banget. Rambutnya panjang sepinggang. Rianda juga ganteng banget.
Pertama kali yang datang itu si Rianda, bocah umur 4-5 tahunan kayaknya, beli
Nutri Sari sachet. Saya yang udah terpesona ngeliat dia dari ujung gang, gak
berhenti senyum sampai bocah ini pergi. Gak lama kemudian, bocah itu datang
lagi pake sepedaan sama gadis kecil rambut panjang, Andini. Ternyata dia juga
mau Nutri Sari sachet. Langsung aja saya ngomong,
“adiknya ya? Namanya siapa?
Kalo kakaknya?”
Jadilah, bertambah lagi kenalan saya.
Lalu ada bocah-bocah Dinda, Luna,
dan Niki, Adik kakak ini udah sering bolak-balik tapi nggak pernah mampir,
haha.. waktu dia mampir, langsung aja saya nanyain namanya (karena udah biasa
dari tadi nanya nama orang kali ya). Tadi saya dibikin malu sama Dinda, si
kakak. Tadi pas dia mau beli permen kiss seribu, saya kasih sepuluh. Trus dia
bilang,
"Seribu dapat berapa, kak?"
"Sepuluh, dinda"
"Bukannya delapan, kak? Soalnya lima
ratus dapat empat"
Saya liat botolnya. Astaga.
"Oh iya, delapan.."
-_-
Dasar pedagang amatiran.
Dan Dinda adalah gadis kecil yang
jujur.
Semoga ketika ia dewasa kelak kejujurannya
tetap sama seperti kejujuran yang ia tunjukkan ketika tragedi permen kiss ini
terjadi. Amin.
Barusan juga ada Gandung (bocah
yang jadi tokoh utama dalam postingan saya kemaren), juga asal Jawa, Jogja,
pake sepeda juga. Awalnya dia mau beli Chewez dan Chocolatos. Tapi karena
uangnya Cuma seribu, dia Cuma beli chocolatos doang. Kayaknya si Gandung ini
tipe yang cuek banget. Atau istilah keren dan gaul ala-ala anak mudanya “cool”.
Pas saya nanya ke Gandung
"Gandung kelas 6 kan ya?"
"Iya"
"Udah selesai UN nya?"
"Belom"
"Kapan selesainya?"
"Pokoknya belom. Makasih ya kak,"
Dan dia beserta sepedanya pergi
begitu saja.
Kalo di komik-komik, plot cerita
bagian ini ada semak-semak belukar yang bergulung-gulung di jalan terhembus
angin. Atau ada burung gagak “kaaak.. kaaak.. kaaak...”. Atau kalo di Running
Man, scene saya yang ini mirip scene Gwangsoo. Lengkap dengan backsound St
Agnes and The Burning Train nya.
Sama ibuk-ibuk dan bapak-bapak di
kompleks juga, saya lebih banyak berinteraksi dengan mereka hari ini. Biasanya
kalo duduk di teras siang-siang aja, saya udah gerah, gak terbiasa, gak nyaman.
Tapi entah kenapa, hari ini saya sangat menikmati duduk di depan notebook,
menjaga warung, dan melayani setiap konsumen yang datang. Walaupun pinternya
cuman senyum-senyum doang awalnya, tapi toh dengan senyum-senyum ini saya udah
dapet sembilan orang kenalan baru.
Satu tembok udah runtuh. Saya gak
merasa kedinginan lagi.
Senin, 08 April 2013
Semoga (Jangan Terlalu) Cepat Besar.
Arifah, enam tahun, tiba-tiba bernyanyi, "Dasar kau keong racun.. Baru kenal udah ngajak... tidur," yang ketika pada kata "tidur" gadis kelas 1 SD itu melambatkan suaranya kemudian cengengesan salah tingkah sambil menutup mulut. Saya pikir, wah, si ipah udah tau ya makna dari kalimat "baru kenal udah ngajak tidur. Kalau nggak, nggak mungkin Ipah memelankan suaranya dan cengengesan seperti tadi. Biasanya anak kecil yang belum ngerti apa-apa akan menganggap lalu kata-kata yang belum mereka mengerti dan bersikap biasa. Rasanya baru saja kemaren saya mendengar percakapan lugu Ipah mengenai dialog sinetron Melati untuk Marvel yang diucapkannya begitu saja tanpa ada rasa malu atau apapun, walaupun ada kata-kata seperti "aku cinta kamu, Malvel", "diliku hanya untukmu, Malvel", atau "udah pulang sayang, ini makan malam kamu". Sungguh begitu dahsyatnya pergaulan anak SD kelas 1 jaman sekarang.
Tak hanya adik kecil saya, tetangga samping rumah, Gandung, kelas enam SD, juga melakukan tindakan yang menurut saya sudah melewati batas wajar kelakuan anak-anak. Seminggu kemaren komplek perumahan gempar gara-gara berita penculikan Gandung. Katanya, kejadiannya sewaktu ia pulang sekolah sendirian, ketika melewati jalanan sepi, tiba-tiba ada sebuah motor dengan dua orang pria berhenti di sampingnya dan menawarkan permen. Kemudian katanya dia menolak, namun tiba-tiba si pria yang satu menarik tangan Gandung ke belakang, yang satunya memegang mulut dan memasukkan permen dengan paksa ke mulut bocah itu. Teler, kemudian ia dinaikkan ke motor, dan dibawa ke jalanan yang bukan ke arah rumahnya. Lalu setelah tersadar katanya ia dikembalikan ke sekolahnya dengan keadaan rambut yang tampak baru dipotong, dengan serpihan rambut yang menempel di baju seragam putihnya. Itu pengakuan Gandung. Sesampainya di rumah, jelas Bapaknya kaget karena rambut anaknya yang baru saja dipangkas rapi sehari yang lalu tiba-tiba menjadi urakan seperti ini. Belum lagi anaknya tiba-tiba kayak orang mabuk dan jalan sempoyongan. Setelah mendengar pengakuan anaknya, bapak dan ibunya kaget luar biasa. Berita ini pun dengan cepat menyebar dan kasusnya pun sudah sampai di kepolisian.
Siapa sangka kasus yang menggegerkan satu komplek itu, ternyata hanya berawal dari kebohongan anak kelas 6 SD yang takut ketahuan bapaknya, kalau di sekolah, ia meminta temannya untuk memotong rambutnya agar terlihat seperti pemain bola asal Brazil, Neymar. Cuman ya.. yang motongnya anak kecil, sudah pasti berantakan. Bayangkan betapa hebatnya skenario yang ia susun dan akting mabok dan sempoyongannya di rumah. Mungkin ketika ia besar nanti ia bisa terjun ke dunia infotainment sebagai artis, atau jadi sutradara film. Kebohongan yang seperti itu seharusnya tidak terpikirkan oleh anak seumuran Gandung. Kebohongan seperti itu udah masuk kebohongan level anak SMA. Biasanya kebohongan anak SD itu misalnya, "di sekolah itu, aku paling jago, semua takut sama aku," atau "tadi pas aku ke WC ada suara cewek nangis, hiii...". Entah dari langit mana datangnya skenario dipaksa makan permen yang ternyata adalah obat bius dan kemudian dibawa pergi oleh orang tak dikenal lalu dikembalikan ke sekolah dengan rambut acak-acakan dan di rumah berlagak sempoyongan karena masih ada efek obat bius dari permen tersebut.
Entah siapa yang harus disalahkan saat ini. Mungkin kita hanya bisa merevisi ulang kata-kata yang kita ucapkan ketika seorang adik berulang tahun, "Semoga jangan terlalu cepat besar ya, dik!".
Kamis, 21 Februari 2013
Rewind Button
Saya sangat bersyukur dengan kehidupan yang diberikan oleh Tuhan kepada saya. Nyawa, kehidupan, fasilitas untuk hidup, keluarga, teman, bahkan musuh, saya sungguh bersyukur. Jika ada satu hal saja yang berubah dari kehidupan saya, mungkin saya tidak akan bisa seperti ini. Dari satu hal ke hal yang lain sangat berhubungan. Ada benang merah yang menghubungkan momen demi momen yang terjadi dalam kehidupan. Momen itu kayak puzzle barangkali, saling fix dan menyatu satu sama lain membentuk suatu kehidupan seseorang yang bernama Meta Orlanda Pradezi. Jika kepingan yang terakhir sudah ditemukan, maka itulah akhir dari permainan puzzle. Akhir dari kehidupan. Setelah itu, kepingan puzzle yang telah disusun dapat dinikmati baik dan buruknya tergantung rapi atau tidaknya ia disusun. Begitu pula eksistensi manusia, akan dikenang sebagaimana manusia itu hidup.
Namun jika di kehidupan ada tombol rewind, ada 6 jalan yang ingin saya lalui karena menurut saya jalan tersebut menarik dan saya banget, hihihi. Let's cekidot my friend! Inilah, Ejijujejong episode "Saya Ingin Menjadi...." :
- Seseorang yang berprofesi/bekerja di sekitar hewan-hewan. Pada dasarnya, sungguh dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat suka dengan hewan-hewan. Suka dan sayang! Saya lebih memilih menonton movie SAW, atau movie yang ada adegan-adegan kekerasan atau penyiksaan terhadap manusia, dibandingkan harus menonton movie yang menyiksa hewan-hewan. It's hurt to see it~~ Saya gak mampu untuk melihat hewan-hewan berdarah-darah, sungguh.. Bagi saya, semua hewan itu imut dan menggemaskan. Kerbau aja mampu membuat saya meleleh ketika melihat matanya yang jujur dan polos serta belum teracuni kebathilan dan keanonohan. Beda ketika saya melihat mata manusia yang penuh dengan tabiat yang beraneka ragam. Begitu pula dengan gajah, jerapah, landak, kura-kura, anjing, babi pun, saya suka melihat dan memperhatikan mereka. Apalagi si kucing, yang merupakan ras asal Raja Rimba. Sungguh menggemaskaaaaaaannnnn qaqaaaaq aaaakkk~~~ bahkan kalau cheetah bisa dipelihara dan jinak dan herbivora, saya ingin memeliharanya satu di rumah.
aaah.. let me touch you o beibi~Good girl! good girl! Come to mama my lil kitty!Saya sungguh mengapreciate orang-orang yang berbaik sikap kepada hewan-hewan. Contohnya, walaupun saya tidak suka dengan sikap salah seorang tetangga saya, namun saya menghargai sikapnya yang selalu memberikan makanan sisa kepada kucing jalanan di depan rumahnya. Saya suka melihat orang-orang baik seperti itu. Sebaliknya jika ada orang yang beretika buruk kepada binatang, menyerang binatang tanpa alasan untuk membela diri, ugh, saya murka!!! Rasanya pengen saya tampar-tampar tu kepala orang grgrgrgrgrrrrrhh!!!!Oh okay, mungkin ada satu kelas hewan yang sangat menjijikkan bagi saya, yaitu kelas reptilia, atau reptil. Kelasnya para hewan-hewan berkulit lembap. Terutama cicak!!! Saya geli geli jijik liat binatang satu itu. Cicak, tokek, kodok, huekkk... Eh tapi kalau dengan ular, entah kenapa saya lumayan biasa-biasa aja, dengan catatan, ular jinak! Waktu itu salah seorang senior di Genta Andalas yang memiliki hobi tidak biasa, yaitu memelihara reptil, membawa ular phyton peliharaannya ke sekretariat. Phyton yang telah diambil bisa nya itu katanya aman untuk disentuh. Maka, dengan penuh rasa kuriusitas mendalam, saya memberanikan diri untuk mengambil ular tersebut dan melingkar-lingkarkannya ke tangan. Lembap dan dingin!Maka dari itu, mungkin akan mengasyikkan jika saya bekerja sebagai dokter hewan, atau peneliti hewan, atan di Organisasi Pelestarian Hewan, ya kayak gitu-gitu lah.. Turun ke daratan Afrika Selatan misalnya, bertemu jerapan, cheetah, singa, gajah, dan zebra. Atau turun ke sawah, bertemu itik, ayam, keong, dan kerbau. Atau berbelok ke hutan bertemu monyet, rusa, tonggeret, burung, dan ular. Atau kemudian kulari ke pantai, bertemu ikan paus, lumba-lumba, kura-kura, kerang, bintang laut, dan hiu. Kadang aku berpikir apakah Rangga di film AADC menyukai hewan juga? Hm. Atau mungkin saya turun ke laboratorium saja, bertemu amoeba, paramecia, euglena, dan jamur. Atau saya cukup di rumah, memelihara beberapa hewan seperti kucing, ikan lumba-lumba (ikan hias juga boleh), burung hantu. Atau barangkali saya bisa jadi tim National Geographic Channel. Aaaah.... sangat menyenangkan!!!
- Seseorang yang bekerja dengan warna-warna, desain, dan kreatifitas. Saya suka menggambar, dari kecil. Saya suka melihat garis-garis yang awalnya biasa saja menyatu membentu suatu objek yang menarik, dan melihat kombinasi-kombinasi warna yang membentuk gradasi yang indah. Apalagi sayabaru menyadari bahwa saya memang tumbuh di sekitar orang-orang yang kreatif. Pertama orang tua saya, terutama Papa, yang dengan kemampuannya yang mumpuni membuat rumah menjadi nyaman hanya dengan hal-hal kecil yang dibuat dengan tangannya. Karena beliau juga saya menjadi hobi menggambar. Kedua, teman masa kecil saya, Reza Syahri Pahlevi, yang telah tumbuh dari deja yang mirip pergedel jagung yang kiyut menjadi deja remaja yang mempunyai kemampuan expert dalam bidang desain grafis.
Orang-orang kreatif lainnya yaitu Cosma Putra Warera, yang merupakan senior saya di Genta. Si centil berjakun ini sungguh suka membuat ilustrasi-ilustrasi, atau design interior exterior dengan aplikasi paint di komputer. Dengan tangannya pula Genta menjadi ruangan yang nyaman untuk merampungkan tabloid.
Kemudian ada Cihud, ni orang emang kreatif gila. Mau dari kerajinan tangan yang dia bikin, fashion, menghias kamar, dia ini bisa bikin barang-barang yang awalnya dibeli dengan harga murah menjadi barang unik yang gak biasa.
Lalu ada Rani Umara, yang bakatnya udah saya sadari semenjak awal pertama kuliah dengan membuat origami burung sekecil biji gorila. Hahaha ini orang sungguh mendetail banget sampai-sampai bisa dengan rapih membuat origami burung angsa (apa burung bangau ya?) dengan ukuran super super kecil. Kemudian pada tahun akhir kuliah, Rani mulai bikin sendiri dan menjual pernak-pernik cewek kayak gelang dan kalung, yang banyak peminatnya.
ecuuuut~~ :*Trus yang terakhir ada Triani Maris. Nah, orang ini kreatifnya dalam hal membuat makanan. Adaaaaa aja idenya, dan yang pasti, enak!!!! Apalagi browniesnya sumpah enak banget dengan berbagai macam toping.
Kalau saya sendiri? Kreatifitas saya masih di bawah mereka. Kemampuan yang mereka punya sudah bisa dinikmati oleh orang lain, mereka udah punya harga untuk kreatifitas mereka tersebut. Sedangkan saya, masih dalam tahap untuk dinikmati sendiri. :). Mungkin jika bisa direwind saya mau masuk Jurusan Teknik Sipil, atau Arsitek, atau Design Grafis dan Multimedia, Design Interior, .... - Seseorang yang punya cafe pastrys dan coffe, plus taman bacaan di dalamnya. Ini saya cuman menggabungkan berapa hobby dan kesukaan saya. Saya suka aneka pastry, aneka kopi, dan pastinya buku-bukuan. Di situ orang-orang bisa makan, minum sekaligus membaca dalam waktu yang bersamaan. Apalagi kalo ditambah hujan buatan di sekitar cafe (oke, ini khayalan) aaaakkk kayak di sinetron-sinetron pasti. Mungkin saya bakal menggaet Triani Maris untuk bikin cafe kayak gini, soalnya browniesnya enak. Kalo saya mah bisa dikit-dikit bikin kopi hitam buat orang-orang di rumah. Oke. Kopi hitam emang ala-ala warkop banget. Baiklah. Jika kehidupan bisa direwind lagi, saya pingin belajar jadi barista dulu biar bisa bikin aneka latte latte an -_-
- Seseorang yang berprofesi di bidang editor. Oke, ini kesukaan saya. Jika bisa direwind, saya mau masuk jurusan komunikasi, lanjut S2 ambil jurnalistik. Aaaah... :)
- Seseorang yang bekerja dengan hal-hal yang berbau antariksa dan cuaca. Saya suka browsing-browsing dan cari tau tentang hal-hal yang terjadi di tata surya, liat-liat bintang, hujan, bulan, langit itu luas, men.. banyak hal yang terjadi di atas sana, dan ketika nulis ini mendadak saya jadi melankolis. Saya bisa masuk NASA mungkin, atau ilmu Astronomi.
- Seseorang yang mempunyai Rumah Panti Asuhan. Saya suka anak-anak, tapi saya gak bisa ngajar. Saya sangat suka anak-anak, apalagi bayi dan balita. Kalo melihat mereka, rasanya ingin sekali manggil mereka dengan "puuus... ckckck..." mereka mirip kucing, imut! (jangan tampar saya pak, buk..)
- Seseorang yang bekerja sebagai traveling. Oh mai got jika travelling adalah sebuah pekerjaan, maka saya akan memilih ini. Saya susah berada di keramaian, akan tetapi saya menyukai berada di tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. it's kind of fun! Mungkin jika tombol rewind tersedia di kehidupan, barangkali saya bisa menjadi reporter adventure, atau jadi team Discovery Channel, tim kerjanya Bondan Winarno sekalian bisa hunting makanan hahaha. Atau jadi petugas servis kapal Yatch, udah dapet gaji US$ 2..500 (24 juta) per bulan, kita bisa berlayar ke perairan yang indah seperti perairan Karibia hingga perairan Mallorca di Spanyol, ulalaaa~~...
Rabu, 30 Januari 2013
#1 One Piece - Straw Hat Pirates!!
Straw Hat Pirates adalah sebuah nama kelompok bajak laut di manga One Piece. Sebuah kelompok yang sungguh sangat sangat saya sukai. Kelompok ini berbeda dari bajak laut yang lain. Runtuh sudah bayangan-bayangan saya tentang image bajak laut semenjak membaca komik ini. Ketika kita membayangkan bajak laut, pasti akan langsung terbayang sosok-sosok yang kejam, brutal, bar-bar, jahat, licik, pokoknya gak ada baik-baiknya lah. Banyak hal yang bikin saya berpikiran seperti itu. Mulai dari novelnya Alfred Hitchcock Trio Detektif, yang waktu itu di novel tersebut ada sedikit bagian yang menceritakan tentang bajak laut viking yang bar-bar dan brutal (lupa ceritanya, soalnya waktu itu masih SD), hingga film Pirates of Caribbean, kayaknya kok bajak laut itu imagenya jelek-jelek dan emang kayak penghuni neraka semua mau tampang sama kelakuan, jelek!
Kapten Jack Sparrow di Pirates of Caribbean pake rambut gimbal segala ala-ala penyanyi reggae
membinal
Tapi kelompok ini berbeda! Eiichiro Oda membuat image kelompok utama ini sebagai kelompok bajak laut yang mudah disukai oleh semua orang. Di komik ini, kelompok bajak laut Topi Jerami ditakuti bukan karena tampangnya yang beringas dan kelakuannya yang jahat. Mereka ditakuti karena kekuatan mereka. Mungkin lebih cocoknya disegani kali ya daripada ditakuti. Sampai sekarang, anggotanya ada 9 orang, dan entah kenapa, semuanya gokil-gokil dan aneh-aneh! Memang, ada beberapa kru yang pada dasarnya pendiam, akan tetapi Eiichiro Oda mampu membuat tokoh berkarakter pendiam dan dingin juga bisa mengocok perut pembaca. (hahaha ketika ngetik ini pun saya langsung terbayang salah satu plot ketika beberapa kru yang cool itu bertingkah aneh-aneh LOL!)
bandingkan sama yang di bawah ini (nunjuk ke bawah)
Ciri khas dari komik One Piece ini yaitu yang pertama, petualangan baru selalu dimulai ketika mereka baru saja sampai di sebuah pulau. Pada plot ini biasanya saya selalu penasaran, kira-kira seperti apa ya pulaunya, bagian negara yang mana lagi yang akan diambil referensi oleh Eiichiro Oda. Soalnya, setiap pulau/daerah di komik One Piece, memiliki kebudayaan masing-masing dan sebagiannya diambil dari kebudayaan di dunia nyata. Contohnya, Desa Fusha di Daerah East Blue yang merupakan kampung halamannya Kapten Bajak Laut Topi Jerami, Monkey D. Luffy, identik dengan negara Belanda karena ada banyak kincir angin di sana. Ketika mereka tiba di Kerajaan Arabasta juga, lebih bernuansa timur tengah, lengkap dengan unta, masyarakatnya yang pakai kerudung, piramid-piramid, oase, dan gurunnya. Kemudian ketika mereka sampai di Pulau Water Seven, identik dengan Venesia karena di sana ada kanal-kanal, bangunan-bangunan yang sebagian besar dibangun di atas air, aqua alta dan acqua alta, serta kebudayaan karnaval di sungainya.
Venice
Water Seven
Acqua Alta
Aqua Laguna
Ciri khas yang kedua yaitu, setiap battle, tiap kru mendapatkan lawan masing-masing. Saya juga suka bagian yang ini karena jurus-jurus mereka yang keren-keren. Eiichiro Oda juga membuat dialog-dialog yang menarik ketika di plot ini, dan gak lupa juga kadang dibumbui dengan sedikit dialog yang bikin kita ketawa. Jadi, walaupun berada di plot battle, suasananya gak terlalu menegangkan.
Straw Hat Pirates vs Baroque Works
Ketiga, setiap setelah battle, selalu ada pesta!!! Saya sangat suka bagian ini (oke kayaknya saya suka semua semua cerita one piece) karena di plot ini lah kayaknya seluruh dialog-dialog yang lucu dan bikin ketawa berkumpul. Jadi intinya plot ini isinya senang-senang lah ya.
Becoming the Pirate King can come later. Time to eat and party first (ketika di Punk Hazard)
Ciri khas terakhir menurut saya yaitu, di One Piece ini, setiap Luffy merekrut kru baru, selalu ada kisah-kisah yang mengharukannya (kecuali pas merekrut Zorro si kru pertama kayaknya). Bagian yang paling mengharukan menurut saya adalah ketika chapter kisah hidup Chopper, chapter pengorbanan Robin terhadap Straw Hat Pirates, chapter penyelamatan Robin, kisah hidup Robin, serta ketika pemakaman kapal mereka Going Merry di laut DANNN ketika kematian Portgas D. Ace, kakaknya Luffy :'(. Mau dibaca berapa kalipun, chapter yang ini sungguh-sungguh menguras air mata.
*ngais-ngais tanah ToT
Pernah ketika membaca komik One Piece dan saya nangis, temen saya malah mengira saya baca-baca komik romance. "Ji, ntar pinjam ya, kayaknya One Piece itu romantis banget deh ceritanya," ujar temen saya sambil tersenyum. well iya, one piece ini ceritanya mirip twilight loh.. erghhhhh... -_-
Oh ya, ini Eiichiro Oda si mangaka komik mahakeren One Piece, yang mungkin pada dulunya adalah seorang primadona kampus kece dan cendikia. lihat saja sosok kelabu yang sedang kita pergunjingkan ini:
Oh ya, ini Eiichiro Oda si mangaka komik mahakeren One Piece, yang mungkin pada dulunya adalah seorang primadona kampus kece dan cendikia. lihat saja sosok kelabu yang sedang kita pergunjingkan ini:
Oke, segitu dulu tentang One Piece. Iya emang banyak sih yang sudah bahas tentang manga One Piece ini dan lebihhh lengkap dari pada postingan saya. Tapi walaupun begitu saya masih tetap ingin posting segala hal tentang One Piece menurut versi saya nya. dan saya yakin ini keren. Sekian.
sok-keren-tapi-sexy-kan
pengen ini tapi mahal pemirsah T-T
sumber gambar:
Selasa, 22 Januari 2013
H.O.B.B.Y
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam, halo, saya eji, dan saya sangat sangat suka manga one piece.
Selamat malam, halo, saya eji, dan saya sangat sangat suka manga one piece.
Sebelumnya, saya mau bilang saya bukan ootaku. Memang benar, saya suka baca dan punya koleksi beberapa judul komik seperti One Piece, Detective Conan, Death Note, Doraemon, serta beberapa Shoujo Manga. Memang benar, saya suka beberapa anime Jepang. Memang benar, saya suka beberapa game Jepang. Saya suka dengan hal-hal yang berbau Jepang Gimana ya bau jepang, kalau pas siap olahraga bau saya kayak cuka loh, masam (meni penting!) kecuali dunia cosplay nya, soalnya dandanan orang yg cosplay beda banget dari imajinasi saya ketika membaca atau menonton anime. Contohnya manga Detective Conan yang dijadikan film. Walaupun Shun Oguri yang meranin tokoh Shinichi, saya gak suka, kurang puas sama performanya. Begitu juga sama cosplay-cosplay yang bertebaran di jagad raya. Saya lebih suka yang di manga atau anime.
Saya sendiri berkenalan dengan dunia manga ketika masih duduk di bangku SD. Waktu itu kakaknya teman dekat saya punya koleksi komik Detective Conan. Saya yang waktu itu cuma tau segelintir tentang dunia Jepang (macam anime2 yang tayang tiap minggu pagi kayak Doraemon, Kabutaku, Chibi Maruko Chan, Kobo Chan, Dr. Slam, Dragon Ball, dll) terpana melihat koleksi komik-komik yang berderet rapih di meja kakaknya teman dekat saya tersebut. Mari kita panggil kakaknya teman dekat saya tersebut sebagai KTDS. Sebenarnya KTDS mempunyai banyak koleksi komik lain kayak Doraemon dan Dragon Ball, saya lebih tertarik ke Detective Conan. Saya penasaran dengan dunia detektif-detektif dan kasus pembunuhan (mungkin inilah penyebab mengapa film romantis versi saya adalah film psycho dan sebangsanya, kecuali SAW yang filmnya gaje bgt. Saya gak suka horor. Lebih baik liat orang berdarah-darah daripada liat yang horor-horor. Eh tapi saya juga lebih milih liat orang berdarah-darah dibandinkan melihat hewan-hewan yang berdarah-darah. Kasihan, serius.. gak kuat dedek bang). Jadilah, komik pertama yang saya baca adalah komik Detective Conan. KTDS pun dengan sukarela meminjamkannya.
Selang beberapa hari, ketika berjalan-jalan di Toko Buku (mama saya seorang guru, kami sering bgt ke toko buku), tiba-tiba terliriklah komik Detective Conan yang berderet rapi mengguncang iman dan menggerakkan biji jakun seorang gadis kecil (yang tentu saja tidak berjakun) sehingga dibujuk rayunya lah mamanya yang sedang melihat-lihat buku kesenian (mama saya seorang guru seni) agar segera pindah lokasi ke bagian komik-komik. Melihat keberbinaran mata anaknya yang lincah menarik-narik ujung bajunya, si Mama kemudian melihat dengan tatapan datar. Antara suka dan gak suka kayaknya. Suka, mungkin karena menemukan kenyataan bahwa anaknya ternyata suka membaca. Atau gak suka, karena menemukan kenyataan bahwa bacaan yang disukai anaknya ternyata sebuah komik.
Sebagai gadis yang mempunyai intuisi terhadap tindak tanduk dan gelagat sang ibunda yang datar-datar aja itu, Eji muda kemudian melaksanakan strategi agar komik yang diidam-idamkan jatuh dalam genggaman. Waktu itu Eji kecil tersebut meraih komik Detective Conan volume 26, di covernya bergambar Conan lagi megang gelas kimia (yang waktu itu saya gak tau yang namanya gelas kimia, saya cuma liat di film2 doang) terus si Eji yang penuh dengan akal bulus dan licik itu bilang kalau komik tersebut berisikan ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan. Si Mama dengan penuh penasaran mengambil komik tersebut dan menatapnya dalam-dalam dengan seksama. Mungkin beliau membaca sinopsis di belakang komik tersebut dan menemukan kenyataan bahwa komik tersebut bukanlah komik yang berisikan ilmu pengetahuan, tapi yang penting akhirnya... beliau membelikan komik tersebut untuk saya! Jadilah komik Detective Conan volume 26 sebagai komik perdana yang saya miliki. Siapa sangka, komik Detective Conan volume 26 tersebut berbuntut pada panjangnya deretan komik-komik saya di kamar sampai pada saat ini.
Sebagai gadis yang mempunyai intuisi terhadap tindak tanduk dan gelagat sang ibunda yang datar-datar aja itu, Eji muda kemudian melaksanakan strategi agar komik yang diidam-idamkan jatuh dalam genggaman. Waktu itu Eji kecil tersebut meraih komik Detective Conan volume 26, di covernya bergambar Conan lagi megang gelas kimia (yang waktu itu saya gak tau yang namanya gelas kimia, saya cuma liat di film2 doang) terus si Eji yang penuh dengan akal bulus dan licik itu bilang kalau komik tersebut berisikan ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan. Si Mama dengan penuh penasaran mengambil komik tersebut dan menatapnya dalam-dalam dengan seksama. Mungkin beliau membaca sinopsis di belakang komik tersebut dan menemukan kenyataan bahwa komik tersebut bukanlah komik yang berisikan ilmu pengetahuan, tapi yang penting akhirnya... beliau membelikan komik tersebut untuk saya! Jadilah komik Detective Conan volume 26 sebagai komik perdana yang saya miliki. Siapa sangka, komik Detective Conan volume 26 tersebut berbuntut pada panjangnya deretan komik-komik saya di kamar sampai pada saat ini.
Berlanjut ke komik-komik Detective Conan yang saya beli, tiba-tiba saya terpesona sama manga One Piece. Waktu itu saya lagi jalan-jalan ke Pasar Bukittinggi, dan berhadapan dengan kenyataan bahwa ada yang menjual komik-komik dengan harga lima ribu rupiah sahaja yang pada akhirnya saya tau kalau komik yang dijual adalah komik ilegal. Keliatan dari kualitas gambarnya yang buram dan kertasnya yang gak bagus serta covernya yang gampang rusak. Entah kenapa waktu itu saya membeli komik One Piece volume 34, haha.. dan jadilahhhh volume 34 merupakan komik One Piece pertama yang saya baca dan yang saya punya, dan berbuntut pada 64 komik One Piece lainnya yang ada di kamar saya sampai saat ini.
Dibandingkan One Piece dengan Detective Conan, dua-duanya sama-sama menarik dan bagus. Di Detective Conan, saya selalu suka dengan trik-trik pembunuhan, dan sangat sangat suka dengan cara Shinichi Kudo memecahkan kasusnya dalam sosok anak kecil. Shinichi Kudo sungguhlah jenius. Kalo saya sih, udah syukur banget banget bisa mecahin sebuah kasus. Tapi dalam tubuh anak kecil? Butuh kemampuan yang lebih jenius lagi dong, otak yang udah digunain untuk berpikir mengenai kasus, digunakan lagi untuk memikirkan strategi bagaimana menyampaikannya ke orang-orang (dengan Kogoro Mouri sebagai media), karena gak semua orang yang percaya sama anak kecil. Tapi yang lebih jenius sudah pasti Aoyama Gosho, si mangaka Detective Conan. Saya sempat curiga si Gosho ini pernah gak sih bunuh orang, soalnya trik-trik pembunuhannya gak gampang ketebak. Dan yang sudah pasti yang Maha Jenius adalah Allah SWT yang menciptakan Aoyama Gosho beserta otak cemerlang yang diberkahi padanya. Sayang, Aoyama gak Islam..
Dibandingkan One Piece dengan Detective Conan, dua-duanya sama-sama menarik dan bagus. Di Detective Conan, saya selalu suka dengan trik-trik pembunuhan, dan sangat sangat suka dengan cara Shinichi Kudo memecahkan kasusnya dalam sosok anak kecil. Shinichi Kudo sungguhlah jenius. Kalo saya sih, udah syukur banget banget bisa mecahin sebuah kasus. Tapi dalam tubuh anak kecil? Butuh kemampuan yang lebih jenius lagi dong, otak yang udah digunain untuk berpikir mengenai kasus, digunakan lagi untuk memikirkan strategi bagaimana menyampaikannya ke orang-orang (dengan Kogoro Mouri sebagai media), karena gak semua orang yang percaya sama anak kecil. Tapi yang lebih jenius sudah pasti Aoyama Gosho, si mangaka Detective Conan. Saya sempat curiga si Gosho ini pernah gak sih bunuh orang, soalnya trik-trik pembunuhannya gak gampang ketebak. Dan yang sudah pasti yang Maha Jenius adalah Allah SWT yang menciptakan Aoyama Gosho beserta otak cemerlang yang diberkahi padanya. Sayang, Aoyama gak Islam..
Nahhhhhh.... kalau One Piece, kalau ada kata-kata lain di atas KEREN, AWESOME, WAW SUPER BAGUS, AAAAKKK GILA SUMPAH KEREN BEUT P3Rc4y4 d3H 4M4 54Y4!!, pasti udah saya sebut. One Piece, selain alur cerita yang gak terduga, Eiichiro Oda juga menyajikan dialog yang bagus, inspiratif, dan lucu, segar, asik dalam komiknya tersebut. Imajinasinya sumpah, saya kagum sama Eiichiro Oda. Terimakasih lagi kepada tuhan saya Allah SWT yang telah menciptakan Eiichiro Oda serta keberkahan otak kaya imajinasinya.
One Piece bercerita tentang sekelompok remaja tanggung berlayar bersama mengarungi samudera, dari pulau ke pulau untuk mendapatkan harta karun One Piece. Yah intinya tentang bajak laut. Banyak hal positif yang bisa diambil dari komik ini. Ketika ada sebagian orang yang bilang kalau komik itu isinya tentang anak-anak doang, dan beranggapan kalau orang yang suka baca komik adalah orang yang kekanak-kanakan (terus menurut loh kalo guwweh udah dewasa guwweh harus baca majalah playboy, gituh?), maka saya menyarankan, bacalah One Piece sebelum ngejudge! Di sana elo-elo (ceritanya mendadak jadi anak gehol) bakal nemuin kisah persahabatan yang mengharukan, nilai-nilai kehidupan, arti kesetiaan, kekuatan, pantang menyerah, tenggang rasa, dan semua hal yang elo-elo temuin dalam buku PPKn SD lo ada di sini. Bahkan sempat terbersit di benak guweh gimana kalau buku PPKn yang tokohnya cuma si Budi, Ani, Musa, Ikhsan dan Andi, diganti sama komik ini. Di majalah dewasa elo-elo ada gak? Paling banter juga tentang kisah kehidupan titit seseorang dengan seorangnya lagi.
Nah, dimulai dari postingan ini, saya berniat untuk membuat postingan-postingan lanjutan yang membahas tentang semua kru Straw hat Pirates yang saya sukai.
BANZAI!!
Senin, 24 Desember 2012
Pintu, Roda, dan Pipa.
Berbicara tentang impian dan harapan, saya punya banyak. aku ingin ini aku ingin itu, aku ingin semuanya terwujud semudah mengeluarkan alat doraemon. tapi bukan hidup namanya kalau lurus-lurus aja. jalanan aja gak ada yang lurus dan gak selalu beraspal. lagian jujur saya gak suka jalanan lurus (kayak jalanan by pass di padang). membuat mono dan bosan.jalanan lurus juga gak akan mengembangkan skill nyetir kita. gitu juga hidup. seandainya orang bisa memilih, orang2 pasti memilih jalan kehidupan yang mulus-mulus saja. lurus kayak jalanan di by pass. urusan pendidikan lancar, urusan karir lancar, urusan asmara cinta-cintaan lancar. tapi adakah yang seperti itu? barangkali ada, barangkali memang ada orang yang memiliki tingkat keberuntungan tinggi seperti itu. tapi saya percaya tidak ada. hidup ini kayak roda, kan? ada saatnya kita di atas, ada saatnya kita di bawah. ada satu pintu yang bisa kita masuki dengan lancar, ada juga pintu yang untuk membukanya kita harus mencari kunci dulu, membuka paku-paku yang terpancang di kayu-kayu yang menghalangi pintu, atau bahkan mendobrak sekuat tenaga. dan jangan dulu bersenang diri jika pintu yang kamu dapat adalah pintu yang berhiaskan emas mengkilap dengan batu-batuan mulia berjejer di gagang pintunya, dan tidak terkunci. dan jangan sedih dan putus asa juga jika pintu yang ada di hadapan kamu adalah pintu setebal 10 senti dengan 20 gembok mengunci serta kayu-kayu yang saling silang menghalangi pintu. plus, tumbuhan merambat yang hampir menutupi permukaan pintu. karena siapa tau di dalamnya bak istana megah dengan hiasan-hiasan ala rumah raja-raja, penuh makanan dan buah-buahan surga. bukankah orang-orang yang lebih banyak berusaha nantinya akan mendapatkan hasil yang luar biasa baik pula? jika hidup kamu bermasalah, maka berbahagialah. hidup tanpa masalah, gak akan menjadikan kita kuat. hidup ini, mustahil tanpa resiko. hidup ini, mustahil ada yang lurus-lurus aja. kayak pipa air, jika kita membuka keran yang satu, keran yang lainnya akan mengeluarkan air lebih sedikit. ada hal yang dimudahkan, ada hal yang ditunda kemudahannya. setiap orang sudah ada bagiannya masing-masing. berbahagialah untuk seluruh resiko dari pilihan yang kamu ambil. dari situ, kamu bisa kuat, dan lebih mampu bertahan dibandingkan orang dengan pintu yang mahal dan gampang dibuka. hidup tidak segampang mengeluarkan alat doraemon.
Rabu, 28 November 2012
I Love You, People!
masalah semakin banyak datang dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini. dan kayaknya masalah datang ke semua segi kehidupan saya. mulai dari masalah keluarga, masalah studi, masalah cinta, masalah keuangan, dan masalah lain yang entah kenapa, saling berhubungan. saya semakin tidak tau harus bagaimana dan bercerita pada siapa. cerita ke orang tua gak mungkin karena beliau saja menggunakan saya sebagai tong sampah atas luapan kekecewaan mereka. dimana otak saya kalau saya juga menceritakan masalah ini kepada mereka. jujur, saya gak ingin mereka tambah susah. dilain hal, masalah saya juga bertambah seiring dengan banyaknya keluh kesah orang tua yang diceritakan kepada saya. sayang sekali, otak saya terbiasa membiarkan masalah orang lain untuk ikut mengambil porsi pemikiran. belum lagi saya juga memikirkan kekecewaan orangtua kepada saya yang gak bisa tamat tepat waktu kemudian mendapatkan pekerjaan layak. kalau saja saya mampu mewujudkan hal itu, tentu hal-hal lain yang menjadi masalah pada saat ini, gak akan muncul. belum lagi urusan cinta-cintaan yang makin lama kondisinya makin gak mengenakkan. maksud saya bukan antara kami berdua, tapi lingkungan.
sebagai seorang anak tunggal (duh, lagi-lagi saya menjelekkan posisi yang bagi sebagian orang menganggap posisi yang paling menyenangkan, maaf Tuhan, saya senang jadi anak tunggal, tapi tentu bagian yang gak mengenakkannya juga ada, tapi saya berusaha bersyukur), saya dituntut bermacam-macam. apapun. sungguh, saya lelah. saya capek jadi pengharapan semua orang, karena kalau saya gagal, rasa bersalah saya sangat besar. diwaktu saya jadi tempat curhat orang-orang terdekat, saya gak tau harus bilang apa karena masalah saya sendiri saja belum terpecahkan. apa-apa kalau jadi anak tunggal, jalan hidup kita sudah ditentukan dari sekarang. jalannya dikasih hiasan bunga mawar, walaupun saya lebih suka bunga melati. jalannya dibikin pake semen, walaupun saya lebih suka pake aspal. di sisi kiri kanan jalan sudah ditanami taman kecil, walaupun saya lebih suka ditanami pohon-pohon besar. jalanan yang gak "saya banget" itu tiba-tiba sudah membentang panjang di hadapan saya. mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus melewati jalan itu. saya gak diijinkan membangun jalan sendiri karena ibaratnya saya gak punya surat ijin bangunan, dan kapasitas saya dianggap belum mampu untuk membuat jalan yang bagus. terlebih lagi, diri saya sendiri gak mempunyai saya. bahkan mereka juga sudah mempersiapkan "teman perjalanan" untuk melewati jalan yang sudah dibuat. karena saya sendiri gak punya saya, saya bisa apa? kalau saya memberontak, saya memang gak tau diri sekali. sudah bagus dibesarkan sampai sebesar ini, dikuliahin, dikasih makan, dikasih uang jajan, plus belum mampu membuat sesuatu yang bikin bangga mereka, mau memberontak? mau protes? dasar anak durhaka!
yah, saya cuma mau bilang, saudara itu penting. SAUDARA ITU PENTING, TUHAN..
tapi..
ALHAMDULILLAH, masih ada orang yang posisinya di bawah saya. Alhamdulillah saya udah dibuatin jalan, alhamdulillah saya bisa ngetik pakai notebook sekarang.alhamdulillah saya masih bisa nabung. alhamdulillah saya masih bisa berkumpul sama keluarga. alhamdulillah saya selalu diharapkan dan selalu dikasih tuntutan. alhamdulillah, berarti saya masih eksis di kehidupan orang-orang di sekitar saya. walaupun saya gak eksis di kehidupan saya sendiri, tapi untuk kali ini dan seterusnya, kehidupan orang-orang di sekitar saya adalah kehidupan saya sepenuhnya. "kepentingan umum harus di atas kepentingan pribadi". Tulisan itu kayaknya juga udah terpampang di baliho jalan hidup saya. yah, biar saya gak egois mungkin maksudnya.





































