Tampilkan postingan dengan label manga freak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manga freak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2013

PoPePa

 POkoknya PEngen PAmer






DANNN
skripsi plus 'pianika anti-stress' :D

Rabu, 30 Januari 2013

#1 One Piece - Straw Hat Pirates!!

Straw Hat Pirates adalah sebuah nama kelompok bajak laut di manga One Piece. Sebuah kelompok yang sungguh sangat sangat saya sukai. Kelompok ini berbeda dari bajak laut yang lain. Runtuh sudah bayangan-bayangan saya tentang image bajak laut semenjak membaca komik ini. Ketika kita membayangkan bajak laut, pasti akan langsung terbayang sosok-sosok yang kejam, brutal, bar-bar, jahat, licik, pokoknya gak ada baik-baiknya lah. Banyak hal yang bikin saya berpikiran seperti itu. Mulai dari novelnya Alfred Hitchcock Trio Detektif, yang waktu itu di novel tersebut ada sedikit bagian yang menceritakan tentang bajak laut viking yang bar-bar dan brutal (lupa ceritanya, soalnya waktu itu masih SD), hingga film Pirates of Caribbean, kayaknya kok bajak laut itu imagenya jelek-jelek dan emang kayak penghuni neraka semua mau tampang sama kelakuan, jelek!
Kapten Jack Sparrow di Pirates of Caribbean pake rambut gimbal segala ala-ala penyanyi reggae


membinal

Tapi kelompok ini berbeda! Eiichiro Oda membuat image kelompok utama ini sebagai kelompok bajak laut yang mudah disukai oleh semua orang. Di komik ini, kelompok bajak laut Topi Jerami ditakuti bukan karena tampangnya yang beringas dan kelakuannya yang jahat. Mereka ditakuti karena kekuatan mereka. Mungkin lebih cocoknya disegani kali ya daripada ditakuti. Sampai sekarang, anggotanya ada 9 orang, dan entah kenapa, semuanya gokil-gokil dan aneh-aneh! Memang, ada beberapa kru yang pada dasarnya pendiam, akan tetapi Eiichiro Oda mampu membuat tokoh berkarakter pendiam dan dingin juga bisa mengocok perut pembaca. (hahaha ketika ngetik ini pun saya langsung terbayang salah satu plot ketika beberapa kru yang cool itu bertingkah aneh-aneh LOL!)


bandingkan sama yang di bawah ini (nunjuk ke bawah)


Ciri khas dari komik One Piece ini yaitu yang pertama, petualangan baru selalu dimulai ketika mereka baru saja sampai di sebuah pulau. Pada plot ini biasanya saya selalu penasaran, kira-kira seperti apa ya pulaunya, bagian negara yang mana lagi yang akan diambil referensi oleh Eiichiro Oda. Soalnya, setiap pulau/daerah di komik One Piece, memiliki kebudayaan masing-masing dan sebagiannya diambil dari kebudayaan di dunia nyata. Contohnya, Desa Fusha di Daerah East Blue yang merupakan kampung halamannya Kapten Bajak Laut Topi Jerami, Monkey D. Luffy, identik dengan negara Belanda karena ada banyak kincir angin di sana. Ketika mereka tiba di Kerajaan Arabasta juga, lebih bernuansa timur tengah, lengkap dengan unta, masyarakatnya yang pakai kerudung, piramid-piramid, oase, dan gurunnya. Kemudian ketika mereka sampai di Pulau Water Seven, identik dengan Venesia karena di sana ada kanal-kanal, bangunan-bangunan yang sebagian besar dibangun di atas air, aqua alta dan acqua alta, serta kebudayaan karnaval di sungainya. 



Venice

Water Seven

 Acqua Alta

Aqua Laguna

Ciri khas yang kedua yaitu, setiap battle, tiap kru mendapatkan lawan masing-masing. Saya juga suka bagian yang ini karena jurus-jurus mereka yang keren-keren. Eiichiro Oda juga membuat dialog-dialog yang menarik ketika di plot ini, dan gak lupa juga kadang dibumbui dengan sedikit dialog yang bikin kita ketawa. Jadi, walaupun berada di plot battle, suasananya gak terlalu menegangkan. 

Straw Hat Pirates vs Baroque Works

Ketiga, setiap setelah battle, selalu ada pesta!!! Saya sangat suka bagian ini (oke kayaknya saya suka semua semua cerita one piece) karena di plot ini lah kayaknya seluruh dialog-dialog yang lucu dan bikin ketawa berkumpul. Jadi intinya plot ini isinya senang-senang lah ya.

Becoming the Pirate King can come later. Time to eat and party first (ketika di Punk Hazard)

Ciri khas terakhir menurut saya yaitu, di One Piece ini, setiap Luffy merekrut kru baru, selalu ada kisah-kisah yang mengharukannya (kecuali pas merekrut Zorro si kru pertama kayaknya). Bagian yang paling mengharukan menurut saya adalah ketika chapter kisah hidup Chopper, chapter pengorbanan Robin terhadap Straw Hat Pirates, chapter penyelamatan Robin, kisah hidup Robin, serta ketika pemakaman kapal mereka Going Merry di laut DANNN ketika kematian Portgas D. Ace, kakaknya Luffy :'(. Mau dibaca berapa kalipun, chapter yang ini sungguh-sungguh menguras air mata. 

*ngais-ngais tanah ToT

Pernah ketika membaca komik One Piece dan saya nangis, temen saya malah mengira saya baca-baca komik romance. "Ji, ntar pinjam ya, kayaknya One Piece itu romantis banget deh ceritanya," ujar temen saya sambil tersenyum. well iya, one piece ini ceritanya mirip twilight loh.. erghhhhh...  -_-

Oh ya, ini Eiichiro Oda si mangaka komik mahakeren One Piece, yang mungkin pada dulunya adalah seorang primadona kampus kece dan cendikia. lihat saja sosok kelabu yang sedang kita pergunjingkan ini:


Oke, segitu dulu tentang One Piece. Iya emang banyak sih yang sudah bahas tentang manga One Piece ini dan lebihhh lengkap dari pada postingan saya. Tapi walaupun begitu saya masih tetap ingin posting segala hal tentang One Piece menurut versi saya nya. dan saya yakin ini keren. Sekian. 

sok-keren-tapi-sexy-kan

pengen ini tapi mahal pemirsah T-T

sumber gambar:

Selasa, 22 Januari 2013

H.O.B.B.Y

Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam, halo, saya eji, dan saya sangat sangat suka manga one piece.

Sebelumnya, saya mau bilang saya bukan ootaku. Memang benar, saya suka baca dan punya koleksi beberapa judul komik seperti One Piece, Detective Conan, Death Note, Doraemon, serta beberapa Shoujo Manga. Memang benar, saya suka beberapa anime Jepang. Memang benar, saya suka beberapa game Jepang. Saya suka dengan hal-hal yang berbau Jepang Gimana ya bau jepang, kalau pas siap olahraga bau saya kayak cuka loh, masam (meni penting!) kecuali dunia cosplay nya, soalnya dandanan orang yg cosplay beda banget dari imajinasi saya ketika membaca atau menonton anime. Contohnya manga Detective Conan yang dijadikan film. Walaupun Shun Oguri yang meranin tokoh Shinichi, saya gak suka, kurang puas sama performanya. Begitu juga sama cosplay-cosplay yang bertebaran di jagad raya. Saya lebih suka yang di manga atau anime. 

Saya sendiri berkenalan dengan dunia manga ketika masih duduk di bangku SD. Waktu itu kakaknya teman dekat saya punya koleksi komik Detective Conan. Saya yang waktu itu cuma tau segelintir tentang dunia Jepang (macam anime2 yang tayang tiap minggu pagi kayak Doraemon, Kabutaku, Chibi Maruko Chan, Kobo Chan, Dr. Slam, Dragon Ball, dll) terpana melihat koleksi komik-komik yang berderet rapih di meja kakaknya teman dekat saya tersebut. Mari kita panggil kakaknya teman dekat saya tersebut sebagai KTDS. Sebenarnya KTDS mempunyai banyak koleksi komik lain kayak Doraemon dan Dragon Ball, saya lebih tertarik ke Detective Conan. Saya penasaran dengan dunia detektif-detektif dan kasus pembunuhan (mungkin inilah penyebab mengapa film romantis versi saya adalah film psycho dan sebangsanya, kecuali SAW yang filmnya gaje bgt. Saya gak suka horor. Lebih baik liat orang berdarah-darah daripada liat yang horor-horor. Eh tapi saya juga lebih milih liat orang berdarah-darah dibandinkan melihat hewan-hewan yang berdarah-darah. Kasihan, serius.. gak kuat dedek bang). Jadilah, komik pertama yang saya baca adalah komik Detective Conan. KTDS pun dengan sukarela meminjamkannya.
Selang beberapa hari, ketika berjalan-jalan di Toko Buku (mama saya seorang guru, kami sering bgt ke toko buku), tiba-tiba terliriklah komik Detective Conan yang berderet rapi mengguncang iman dan menggerakkan biji jakun seorang gadis kecil (yang tentu saja tidak berjakun) sehingga dibujuk rayunya lah mamanya yang sedang melihat-lihat buku kesenian (mama saya seorang guru seni) agar segera pindah lokasi ke bagian komik-komik. Melihat keberbinaran mata anaknya yang lincah menarik-narik ujung bajunya, si Mama kemudian melihat dengan tatapan datar. Antara suka dan gak suka kayaknya. Suka, mungkin karena menemukan kenyataan bahwa anaknya ternyata suka membaca. Atau gak suka, karena menemukan kenyataan bahwa bacaan yang disukai anaknya ternyata sebuah komik.
Sebagai gadis yang mempunyai intuisi terhadap tindak tanduk dan gelagat sang ibunda yang datar-datar aja itu, Eji muda kemudian melaksanakan strategi agar komik yang diidam-idamkan jatuh dalam genggaman. Waktu itu Eji kecil tersebut meraih komik Detective Conan volume 26, di covernya bergambar Conan lagi megang gelas kimia (yang waktu itu saya gak tau yang namanya gelas kimia, saya cuma liat di film2 doang) terus si Eji yang penuh dengan akal bulus dan licik itu bilang kalau komik tersebut berisikan ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan. Si Mama dengan penuh penasaran mengambil komik tersebut dan menatapnya dalam-dalam dengan seksama. Mungkin beliau membaca sinopsis di belakang komik tersebut dan menemukan kenyataan bahwa komik tersebut bukanlah komik yang berisikan ilmu pengetahuan, tapi yang penting akhirnya... beliau membelikan komik tersebut untuk saya! Jadilah komik Detective Conan volume 26 sebagai komik perdana yang saya miliki. Siapa sangka, komik Detective Conan volume 26 tersebut berbuntut pada panjangnya deretan komik-komik saya di kamar sampai pada saat ini.


Berlanjut ke komik-komik Detective Conan yang saya beli, tiba-tiba saya terpesona sama manga One Piece.  Waktu itu saya lagi jalan-jalan ke Pasar Bukittinggi, dan berhadapan dengan kenyataan bahwa ada yang menjual komik-komik dengan harga lima ribu rupiah sahaja yang pada akhirnya saya tau kalau komik yang dijual adalah komik ilegal. Keliatan dari kualitas gambarnya yang buram dan kertasnya yang gak bagus serta covernya yang gampang rusak. Entah kenapa waktu itu saya membeli komik One Piece volume 34, haha.. dan jadilahhhh volume 34 merupakan komik One Piece pertama yang saya baca dan yang saya punya, dan berbuntut pada 64 komik One Piece lainnya yang ada di kamar saya sampai saat ini.

Dibandingkan One Piece dengan Detective Conan, dua-duanya sama-sama menarik dan bagus. Di Detective Conan, saya selalu suka dengan trik-trik pembunuhan, dan sangat sangat suka dengan cara Shinichi Kudo memecahkan kasusnya dalam sosok anak kecil. Shinichi Kudo sungguhlah jenius. Kalo saya sih, udah syukur banget banget bisa mecahin sebuah kasus. Tapi dalam tubuh anak kecil? Butuh kemampuan yang lebih jenius lagi dong, otak yang udah digunain untuk berpikir mengenai kasus, digunakan lagi untuk memikirkan strategi bagaimana menyampaikannya ke orang-orang (dengan Kogoro Mouri sebagai media), karena gak semua orang yang percaya sama anak kecil. Tapi yang lebih jenius sudah pasti Aoyama Gosho, si mangaka Detective Conan. Saya sempat curiga si Gosho ini pernah gak sih bunuh orang, soalnya trik-trik pembunuhannya gak gampang ketebak. Dan yang sudah pasti yang Maha Jenius adalah Allah SWT yang menciptakan Aoyama Gosho beserta otak cemerlang yang diberkahi padanya. Sayang, Aoyama gak Islam..

Nahhhhhh.... kalau One Piece, kalau ada kata-kata lain di atas KEREN, AWESOME, WAW SUPER BAGUS, AAAAKKK GILA SUMPAH KEREN BEUT P3Rc4y4 d3H 4M4 54Y4!!, pasti udah saya sebut. One Piece, selain alur cerita yang gak terduga, Eiichiro Oda juga menyajikan dialog yang bagus, inspiratif, dan lucu, segar, asik dalam komiknya tersebut. Imajinasinya sumpah, saya kagum sama Eiichiro Oda. Terimakasih lagi kepada tuhan saya Allah SWT yang telah menciptakan Eiichiro Oda serta keberkahan otak kaya imajinasinya. 
One Piece bercerita tentang sekelompok remaja tanggung berlayar bersama mengarungi samudera, dari pulau ke pulau untuk mendapatkan harta karun One Piece. Yah intinya tentang bajak laut. Banyak hal positif yang bisa diambil dari komik ini. Ketika ada sebagian orang yang bilang kalau komik itu isinya tentang anak-anak doang, dan beranggapan kalau orang yang suka baca komik adalah orang yang kekanak-kanakan (terus menurut loh kalo guwweh udah dewasa guwweh harus baca majalah playboy, gituh?), maka saya menyarankan, bacalah One Piece sebelum ngejudge! Di sana elo-elo (ceritanya mendadak jadi anak gehol) bakal nemuin kisah persahabatan yang mengharukan, nilai-nilai kehidupan, arti kesetiaan, kekuatan, pantang menyerah, tenggang rasa, dan semua hal yang elo-elo temuin dalam buku PPKn SD lo ada di sini. Bahkan sempat terbersit di benak guweh gimana kalau buku PPKn yang tokohnya cuma si Budi, Ani, Musa, Ikhsan dan Andi, diganti sama komik ini. Di majalah dewasa elo-elo ada gak? Paling banter juga tentang kisah kehidupan titit seseorang dengan seorangnya lagi. 
Nah, dimulai dari postingan ini, saya berniat untuk membuat postingan-postingan lanjutan yang membahas tentang semua kru Straw hat Pirates yang saya sukai.
BANZAI!!

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails