Tampilkan postingan dengan label wtf things. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wtf things. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2015

Secangkir Teh

Ada masanya aku sangat tidak mencintai kesendirian.

Masa dimana kesendirian sama saja dengan saat diwaktu aku sangat menginginkan teh manis hangat dan memesannya di sebuah cafe langganan, namun kenyataannya teh yang diberikan adalah teh yang sudah dingin dan hambar.  Rasanya enggan untuk mereguk walaupun lagi haus mampus sekalipun. Karena pada awalnya sudah ada pengharapan dan ekspektasi bahwa aku akan disajikan sebuah teh manis yang hangat, dan ketika teh tersebut menyapu kerongkongan hingga perut, sudah terbayang olehku rasa hangatnya yang menyeluruh ke tubuh. Dan dalam ekspektasiku, setelah meminum teh manis hangat tersebut aku akan tersenyum kecil. Namun tidak. Teh ini tidak sesuai dengan pengharapanku. Dan aku berhak protes karena aku membayar untuk secangkir teh manis hangat. Bukan untuk secangkir teh dingin yang hambar. Sekali lagi, bukannya aku tidak bersyukur, hanya saja, ini sebuah negoisasi. Rasa kesendirian yang dulu lamat lamat kunikmati, kini menjelma sebuah serangan. Bagaikan kawan lama menjadi musuh.

Ada lagi masa dimana rasa cinta ku makin menjadi.

Namun cinta kali ini tak memberikan efek bergantinya lagu di playlist handphoneku menjadi sedikit melow, atau mendayu dayu menghujankan kata kata cinta. Tak memberikan efek penuhnya ruang ruang kosong di buku tulisku dengan bentuk hati serta diiringi namanya. Tidak. Tidak cinta yang efeknya sama ketika kau jatuh cinta saat di bangku sekolah. Cinta kali ini sangat mendewasakan hati. Memaksaku untuk diam ketika teh manis hangat yang kupesan tak dihidangkan di meja. Mengelus dada dan bersabar ketika menyeruput teh dingin yang hambar, sembari memaksa untuk tersenyum menerima dan menelan secangkir penuh sampai dasarnya kering tak bersisa. Tak peduli itu adalah sebuah negosiasi yang mana adalah ‘bodoh’ karena aku tidak komplain padahal aku berhak untuk itu. Aku berhak atas harga yang aku bayar untuk sebuah orderan yang tidak aku pesan. Namun tidak, aku menenggaknya saja sampai habis.

Terhimpit di antara dua masa itu, tubuhku memberontak, membuat intinya hampir terkoyak. Bagaimana bisa hal yang begitu indah dengan hal yang begitu ironi bisa beririsan keberadaannya seperti ini? Ingin berteriak namun hanya kepalan tangan yang terasa. Kepalan yang kuat hingga kuku kuku jariku yang belum kupotong sedikit menembus daging telapak tanganku. Seharusnya sakit, namun kali ini belum terasa.

Haruskah aku maju atau kembali?

Ketika pelayan itu terus terusan memberikanku teh dingin hambar setiap kali aku memesan, akankah rasa muak itu muncul? Atau aku hanya bisa menenggak habis kedinginan yang kurasakan sampai aku ingin berkali kali kencing itu? Akankah aku berani untuk komplain? Ketimbang hanya menerima dan lebih lebih memberikan tips sebuah senyuman manis serta melayangkan ucapan ‘terima kasih’?

Sungguh tanda tanya yang begitu banyak. Entah kapan  tiba waktunya saattanda tanya ini menusuk ubun ubun kepalaku sehingga aku berhenti untuk bertanya terlalu banyak.

Ingin sekali aku kembali ke masa itu. Masa dimana aku menikmati kesendirian, dengan menyeruput segelas teh manis hangat dalam damai.

Selasa, 23 Desember 2014

Mungkin Kau Memungkinkan Diri untuk Memungkinkan Hal yang Tidak Mungkin

Mungkin kau sekarang bertanya-tanya akankah semua akan berjalan dengan baik. Mungkin sekarang kau berharap aku tidak mengacaukan setiap hasrat dan inginmu kelak. Mungkin sekarang kau berujar "dasar bodoh!" pada dirimu sendiri karena membiarkan semuanya terjadi. Mungkin kau sekarang menyesali setiap keputusan yang sudah terlanjur kau ambil. Mungkin sekarang kau berharap tombol ctrl + z eksis di kehidupan nyata. Dan sekelebat kata "mungkin" itu mungkin sedang kau pikirkan sekarang. 

Mungkin adalah sebuah kata menduga-duga yang belum pasti benar atau tidaknya sebuah hal. Kata "mungkin" ini tidak akan keluar kalau kita mau menggerakkan pantat kita untuk mencari setiap kebenaran. Namun pergerakan pantat itu sendiri pun juga dipengaruhi oleh bermacam hal, baik dari dalam maupun dari luar diri sendiri. Persentasenya 80 : 20. Empat perlima nya berasal dari diri sendiri. Sherlock gak akan dikagumi oleh Shinichi Kudo jika dia hanya puas dengan kata "mungkin". Poirot akan mati kebosanan jika ia hanya diperbolehkan menggunakan sel abu-abunya untuk mengejar kata "mungkin". Kata "mungkin" bukanlah sebuah kata final. Bukanlah sebuah akhir dari segalanya. Pun jika menjadi akhir, kata "mungkin" tersebut hanyalah bersifat misteri. Bersifat belum selesai, belum terkuak, dan gantung. Sungguh menguraikan segala hal yang tidak memuaskan rasa penasaran. Puas dengan kata "mungkin"? berarti kau tidak mempunyai gairah dalam hidup. Atau kau adalah seorang yang mempunyai keterbatasan. Atau mungkin juga kau seorang pemalas tambun yang mengangkat pantat sendiri yang berat pun tidak mampu. Atau, kau capek.

Namun "mungkin" adalah kata yang dibangun dari setiap dugaan. "mungkin" adalah bentuk lain dari hipotesa awal. Dari situlah rasa curiga dan pertanyaan yang menggelitik itu diungkapkan. Dan kata "mungkin" juga bisa berarti bahwa kau hanya ingin menyenangkan diri sendiri dengan kesimpulan bagus dan baik-baik yang kau ambil atas fakta yang sebenarnya sangat menyakitkan bahkan untuk kau ingat sepintas. 

Hanya menulis apa yang terpikirkan saja haha..

Minggu, 23 November 2014

Gloomy when it rains. Because falling is painful.

Sedih rasanya ketika mengingat seseorang yang dulu sempat dekat dengan kita, kini tiba-tiba menjauh. memang alasannya bukan karena ada masalah diantara kami, namun memang keadaan saja yang membikin semua menjadi jauh. karena jarak kita emang jauh. kenangan ketika bersama itu justru membikin tenggorokan tercekat jikalau diingat-ingat. sedih karena dulu pernah ada hal-hal indah dan bahagia yang dilakukan bersama, saling menyemangati dan menjaga. dan semuanya kini hilang. hal tersebut semakin diperparah oleh rasa kesendirian. salah sendiri menjadi introvert. rasanya sungguh bahagia bila berada disekitar orang-orang yang menganggap kita ada, dan butuh dengan kehadirian kita. rasa dibutuhkan. itu yang paling dirindukan ketika kesendirian ini datang. banyak hal-hal indah yang telah dilalui. semoga saya juga bisa menciptakan banyak kenangan indah bersama orang-orang yang akan hadir di kehidupan saya kelak. sungguh, saya tidak ingin sendirian merasa sendiri. tidak ingin ditinggali. dan saya bosan merasa kesepian.

Selasa, 07 Oktober 2014

Oktober

Entahlah semacam keruwetan dan kebingungan akhir-akhir ini saya rasakan di awal bulan Oktober yang seharusnya indah ini. Sungguh jika ingin jujur saya akan menjadi pengecut saja yang ingin lari dari semua masalah dan perkara yang tiba-tiba saja masuk ke kehidupan saya. Namun jika begitu saya tidak akan pernah dewasa karena selalu menghindar dari masalah, apalagi membiarkan oranglain menyelesaikan masalah kita! Cuih.. Benar saya adalah seorang perempuan, akan tetapi jika saya selalu lari dan tidak menghadapi masalah tersebut sendiri entah kenapa saya merasa tidak gentle. Perihal gentle atau tidak nya seorang perempuan pun tidak usahlah dipermasalahkan walaupun akan menimbulkan hal-hal yang ambigu, karena sejatinya SUDAH TERLALU BANYAK KEAMBIGUAN DALAM DUNIA INI! Tak ada lagi hitam dan putih. Abu-abu sudah mendominasi setiap lapisan kehidupan. 

Masalah tersebut sama ruwetnya dengan rambut rontok yang ada di sisir saya yang sudah seminggu tidak dibersihkan ini. Kusut, kotor, bergumpal, dan bikin jijik. Iya, saya jijik dengan segala sesuatu yang membuat saya risih akhir-akhir ini. Dan saya juga jijik dengan diri saya yang masih belum mampu meluruskan dan mencari pangkal permasalahan dari kesemuanya. Sepertinya semua masalah ini saling mempunyai benang merah dengan masalah yang lain. Saya merasa ingin berada jauh dari rumah. Ingin merasa jauhhhhhhh dari semua permasalahan. Mungkin Itali merupakan tempat yang asik, atau Australia karena di sana ada kangguru yang selalu meloncat. Dan mungkin juga saya akan belajar meloncat-loncat jika berlari membuat saya terlihat seperti pengecut. 


Dan tidak ada yang bisa saya percayai 100% di atas dunia ini kecuali Tuhan Yang Maha Esa karena Ia lah yang selalu benar dan maha pemberi petunjuk. Apakah manusia memang benar begitu semuanya, atau malah jangan-jangan saya juga termasuk tipe yang demikian entahlah mungkin saja, karena saya bukan malaikat! 

Sungguh ini bukan masalah cinta-cintaan karena masalah cinta sudah terlalu cemen untuk dibahas pada dewasa ini, terlebih saya belum punya cinta walaupun telah mempunyai beragam hubungan dengan beragam orang. Dan cinta memang selalu menyisakan sakit jika akhirnya hanya cinta sendiri, kecuali tipe orang yang emang narsis yang memajang banyak foto diri di dalam kamarnya a.k.a narsis. Bahkan mungkin dia bisa mencintai dirinya sendiri, menikah dengan dirinya sendiri, dan kemudian melenguh sendiri dalam kegiatan masturbasi.


Aaaaahhh ingin rasanya membeli shower baru karena shower lama sudah rusak sehingga air yang tershowerkan kurang deras menshowerkan diri ini. Kemudian saya mandi berjam-jam membiarkan butiran-butiran air yang keras menghantam kepala saya yang sudah penuh dengan masalah yang bertumpuk. Mujur jika hantaman itu berhasil mengeluarkan sedikit saja permasalahan sehingga dengan demikian saya bisa mengeringkan badan lalu berjemur di atas atap rumah. 

Pagi tadi pun terlihat bulan begitu besar dan merah yang sepertinya ingin sekali melihat saya seperti ini. Oktober ini seharusnya bulan yang tenang dan tentram. 

Sungguh semua rasa yang ada bercampur baur dan ada hasrat serta dorongan untuk melempar kepala seseorang dengan sebilah kayu atau dengan sebungkus roti basi bila sebilah kayu akan membuat saya bertanggung jawab untuk membawa seseorang tersebut ke rumah sakit. 

Dan hendaklah manusia selalu bertanggung jawab atas pilihan-pilihan yang diambil, pun juga jangan terlalu merasa bertanggung-jawab atas semua hal karena kita tidak bisa ikut campur terhadap semua hal di dunia ini. Dan tanggung jawab memang hal yang sangat penting, apalagi bila menyangkut masa depan, apalagi bagi seorang perfeksionis yang sering ngomel bila diujung bajunya ada noda membandel yang tidak terangkat ketika mencuci.

Pun kejujuran sudah tak lagi bisa diperhitungkan keberadaannya saat ini karena sudah banyak sekali korban penipuan yang beredar di koran-koran pun yang beredar dari mulut ke mulut, pun juga yang beredar dalam hati saja karena malu merasa sudah kena tipu.

Dan saling menghargai adalah dua kata yang fosilnya dapat ditemukan dalam buku PPKN kurikulum 1994 yang tentu saja sudah dimakan rayap dan hampir lenyap. Merupakan sebuah sikap yang sangat bernilai dan mahal harganya bahkan tidak bisa diuangkan dengan mata uang apapun.

Dan uang, sekali lagi, UANG, memang penting. Tapi uang bukanlah hal yang bisa mengangkat derajat seseorang di mata tuhan. Tentu lain hal jika kita melihat dari kacamata manusia yang sudah terlalu bobrok dan mengagungkan setiap orang yang berdompet tebal. Namun syukurlah, tidak semua manusia bermental penjilat dan tidak semua manusia bisa dibeli dengan uang. Manusia punya harga diri. Tapi harga diri pun sama halnya dengan tanggungjawab, kejujuran, dan saling menghargai, tidak bisa dibeli dengan menggunakan mata uang manapun di seluruh jagat raya ini. 

Semoga yang membaca dapat memetik satu hal yangberguna dari tulisan yang tidak jelas mau dibawa kemana ini. 

Jumat, 03 Oktober 2014

#20factsaboutme

Kena tag Ulan Imagi di facebook, katanya yang ini lagi in :D :
1. Meta Orlanda Pradezi, jelang 24 tahun, anak ke 4 dari 4 bersaudara (jika itu termasuk bang Nicholas Saputra, bang Lee Kwang Soo, dan kak Natasha Lyone. iya, keluarga kami multiras)
2. Lahir 9 Oktober 1990, golongan darah O, introvert, cenderung idealis (untuk saat ini)
3. Lebih suka baca buku bergenre crime dan semua komik
4. Pengen jago sketsa realis
5. Muse, Alterbridge, Linkin Park, System of a Down, Radiohead, Lamb of God, Greenday, Saosin, The S.I.G.I.T, Naif, Sheila on 7, Padi, Jikustik, Paloma Faith, Richard Sanderson, Billi Joel dan lagu segenre lainnya
6. Movies, anime, and TV series addicts
7. Pengen punya galery lukisan, toko buku, toko kue, dan kios bunga
8. Jijik lihat cicak
9. Pelahap Nasi Goreng apapun asalkan tanpa petai
10. Mint green, Black, Navy Blue, White
11. Gak suka banget pake perhiasan (atau memakai apapun) yang berkilau-kilauan
12. Paling sering dibilang si datar atau tanpa ekspresi
13. Sering lelet
14. Suka mandi dan gosok gigi
15. Jus Melon
16. Anxiety Girl
17. Anti sinetron
18. Kepo dan penasaran
19. Paling benci dengan ketidaksetiaan
20. Cat and Kid Lovers


Jumat, 27 Desember 2013

The L word



dari apa yang terjadi pada masa lalu dan sekarang, semoga saya tidak benci pada seluruh laki-laki di dunia ini dan menjadi lesbian. amin. :v
saya tidak menyebut semua laki-laki sama, sungguh!
dan menyukai wanita adalah hal yang sangat menyenangkan. tapi sayangnya, wanita pada umumnya adalah pesaing diantara sesama mereka *walaupun katanya mereka berteman* hahaha..
dan saya mengagumi wanita dengan sungguh-sungguh, segenap hati. 
dan laki-laki yang hadir di kehidupan sayalah yang sama. sama-sama bikin stres. mungkin saya tidak usahlah lagi berhubungan dengan laki-laki manapun hahahaha
yasudahlah, walaupun saat ini saya pengen teriak "brengsek!" "kantuik!" "kurang aja!" "saya gak bakalan peduli lagi titiiiiiiikkkkkk!!!!!" yah, lebih baik diredam aja. percuma.. nambah2 dosa aja. tapi sayangnya Kripik Lays yang tinggal separo menjadi korban pelampiasan saya. HANCUR SUDAH LAYS YANG TINGGAL SETENGAH GARA-GARA SAYA REMUK MUHAHAHAHAHAHANJING!
L di judul itu Lesbian, catet.

saya kesal sungguhan.
dan jijik!

Jumat, 06 September 2013

Sebuah Cerita yang Tidak Selesai

Selalu ada harapan di cerita yang tidak selesai. Harapan untuk menulisnya kembali, harapan untuk mengetahui bagaimana hasilnya nanti, harapan untuk selalu bisa membacanya nanti, sebagai tulisan yang utuh, yang layak baca, yang selesai. Namun, di cerita yang tidak selesai, selalu ada hambatan, rintangan, dan kendala untuk melanjutkan tulisan tersebut. Walaupun asa dan harapan selalu membuncah, namun di cerita tersebut, rintangan lebih besar dari segalanya. Sehingga, yang ada hanya cerita yang tidak tidak utuh, tidak layak baca, tidak selesai. Seluruh alur berhenti di tengah-tengah. Seluruh tokoh bahkan tidak mengalami perubahan atas dampak dari sebuah akhir cerita. 

Dan tahukah kamu, bahwa sebuah cerita yang tidak selesai, juga merupakan cerita yang selesai?

Tidak ada yang tidak selesai.

Senin, 26 Agustus 2013

Flash Fiction: Tentang Si Manusia Malam


Sekalipun pertemuan sore itu masih membayang di selusur ingatanku, aku masih lupa, atau barangkali samar-samar, untuk mengingat detail dirinya, bagaimana betul raut wajahnya. Yang kuingat hanya suasana pada sore itu. Karena ketika kami bertemu, hampir tak pernah aku menatap wajahnya secara langsung. Bagaimana bisa aku membuang sepersekian kesempatan yang diberikan waktu padaku untuk menikmati sore dengan menatapnya lekat-lekat, agar, yang kuingat sekarang bukan hanya suasana, tetapi juga orang itu.

Perlahan, aku memejamkan mata. Entah bagaimana drama ini akan berakhir. Entah kepada siapa hati ini tertuju, aku masih tidak mengerti. Bagaimana mungkin aku menjadi penghianat pada beberapa orang yang sudah begitu baik kepadaku.

Telah dua hari ini ia tak lagi biasa. Ia, manusia yang tak mau bertatap muka pada pagi dan matahari, selalu bersedia bertemu denganku saat malam. Dan dua hari ini tak lagi biasa. Apakah karena ia membenci pagi dan aku manusia penatap pagi kemudian ia juga menjadi membenciku?

Malam tadi, aku juga menunggunya, seperti malam-malam yang lalu. Tiga puluh menit, enam puluh menit, aku memicingkan mata menunggunya datang. Satu jam, dua jam, tiga jam, dan aku terlelap. Dan terjaga pada terangnya sinar matahari yang menyeruak masuk melalui celah jendela.

Di bawah matahari, kemudian aku mengawasi dirinya. Aku tahu kemungkinan bertemu dengannya pada saat terang ini adalah nol. Itulah mengapa, aku menganggap diriku menyia-nyiakan kesempatan yang datang pada saat senja itu. Dan aku tetap mengawasinya, menunggu si hantu malam itu khilaf dan keluar dari persembunyian, sembari aku berkhianat pada hati yang lain.

Pada malam berikutnya, aku dan dia akhirnya bertemu. Sebelum aku mengucapkan sepatah kata pun, tiba-tiba ia berucap, “Aku tak bisa menunggu orang yang tak tau kepada siapa ia memilih. Maka jangan lagi hidup pada malam, dan terjagalah pada pagi agar kita tak bertemu!”

Saat itu ada purnama. Indah. Aku tetap terjaga. Malam ini, aku akan melihatnya sendirian. Sendirian.

Benci untuk Mencinta

Oh betapa ku saat ini ku benci untuk mencinta. Mencintaimu.
Oh betapa ku saat ini ku cinta untuk membenci. Membencimu
Aku tak tahu apa yg terjadi antara aku dan kau.
Yang ku tahu pasti, ku benci untuk mencintaimu.
-Naif

Minggu, 18 Agustus 2013

Taman Bermain

Kali ini kamu seperti anak-anak. 
Kamu yang selalu suka dan tiap waktu selalu ingin naik Roller Coaster, 
Mendadak teralihkan karena Hysteria tiba-tiba hadir. 
Lebih seru. 
Lebih memabukkan. 
Dan untuk kali ini, lebih membuatmu ketagihan. 
Kamu ingin turun dari Hysteria dan berlari ke Roller Coaster. 
Namun Hysteria tak ingin berhenti.
Dan sehingga kamu terjebak.
Antara permainan baru yang menggoda, dengan permainan lama yang dulu selalu bermain denganmu. 
Dan kamu tersadar. 
Bahwa Hysteria tak berhenti, karena kau tetap memberikan koin untuknya agar terus bermain denganmu.
Bahwa Roller Coaster tetap berputar, agar kau tetap tertarik pada permainan yang biasa kamu mainkan.





Dan pada akhirnya kau berpikir,
Untuk meninggalkan taman bermain ini saja.




And I didn't mean for this to go as far as it did
And I didn't mean to get so close
And share what we did
And I didn't mean to fall in love, but I did
And you didn't mean to love me back
But I know you did.
(Plain White T'S - Lonely September)

190813
dan kamu baru saja tersadar, kalau Hysteria tahu koinmu terbatas untuknya. 
dan dia juga tahu, kamu bisa meninggalkannya dan kembali ke Roller Coaster, kapanpun kamu mau. 
Dan Hystria juga tahu, kamu akan tetap pergi, walaupun ia bersedia bermain denganmu, dengan ataupun tanpa koin.
Dan setelah semua terjadi, kamu masih saja bingung mau bermain dengan siapa!

Kebayang betapa brengseknya kamu?

MAAF!! :(

tapi, kamu tersadar betapa banyak kata maaf yang terbuang percuma.
galau saja sana!

#njis, hujan pula.

Selasa, 02 April 2013

Permohonan Maaf

Maafkanlah dia, buk, pak...
Atas kemampuannya saat ini yang tidak bisa menjadi kebanggaan kalian. Kepalanya penuh sekarang, memikirkan masa depan kalian. Jangan pikir dia tidak seorang yang bertanggungjawab. Di bahunya ada ibu, bapak, dan kehidupan kalian. Jangan pikir dia memikirkan diri sendiri. Otak yang tertanam dalam kepala itu terisi harapan-harapan dan mimpi yang kalian tuntut, kalian ingini. Harapan kalian.
Dan ia menelantarkan impiannya,
hingga terhimpit ke dasar,
jatuh,
keluar dari otak,
menuju lubang pantat.

Minggu, 20 Januari 2013

We Need to Talk About R.W

Pertama-tama saya ingin meminta maaf kepada orang-orang yang telah saya lukai secara langsung maupun tidak langsung. Kedua, judul ini terinspirasi oleh judul movie yang baru saja saya tonton, We Need to Talk About Kevin. Erza Miller sungguh tampan. 



Pernahkah kamu mengkloning dirimu sendiri di dunia maya? Saya pernah. Di situs jejaring sosial facebook, saya membuat sebuah akun palsu. Di akun tersebut saya memerankan seorang tokoh cowok yang saya beri nama Regi Willian. Tidak penting kenapa saya memilih nama itu karena gak penting juga, yang penting adalah mengapa saya membuat akun palsu tersebut. Bila anda mengharapkan suatu ketenangan serta kedamaian diri ketika membaca tulisan ini percayalah saya tidak pernah menjanjikannya lantas pecahkan saja monitornya bila kesal melanda anda atau mungkin silahkan curi ayam tetangga anda dan siapkan diri anda meregang nyawa karena dihajar masa. Apapun yang anda lakukan ya terserah anda sajalah asal jangan cubit pantat saya, ok! 
Saya membuat image Regi Willian sebagai seorang yang to the point, jujur (dalam artian, walaupun kejujurannya itu akan menyakitkan bagi orang lain dan cenderung membuat orang benci), dan blak-blakan, baik dalam komentar atau status di akun tersebut. Di akun tersebut saya meng add beberapa orang yang sifatnya tidak saya sukai dalam kehidupan nyata. Dan di akun itulah, saya menyerang orang-orang tersebut melalui tanggapan-tanggapan terhadap apapun yang mereka tulis. Sebuah tanggapan jujur -yang tanpa babibu langsung ke permasalahan, tanpa ada muqadimah dulu agar pendapat tersebut tidak terlalu menyakitkan. saya analogikan seperti jatuhnya sebuah batu ke lantai. bukan seperti pesawat yang akan mendarat- dan memang sebuah tanggapan yang muncul murni dari otak saya. Di akun tersebut, saya bebas mengomentari apapun, dengan apapun yang ingin saya katakan. Di akun tersebut, tak ada seorang pun yang membuat saya ragu untuk berkata jujur tanpa takut menyakiti hati orang tersebut. Selagi saya bersembunyi di balik nama Regi Willian, saya merasa aman. 
Selang beberapa bulan akun tersebut beraktifitas, semakin banyaklah orang yang mulai kesal dengan tokoh Regi Willian. Banyak yang memblokir akun tersebut, mengacuhkan setiap komen yang saya tuliskan, atau yang paling asyik menurut saya, beradu argumen dengan orang-orang tersebut. Sungguh, ketika beradu argumen di dunia nyata saya lebih memperhatikan kata-kata saya apakah orang tersebut akan tersinggung atau tidak dengan pendapat saya, apakah pendapat saya terlalu dangkal atau tidak, nyambung atau tidak, di akun ini saya lebih liar, cuek, dan apa adanya. Gak peduli apa kata orang.
Saya menikmati setiap momen dimana saya bisa bertindak bebas mengeluarkan apa isi pikiran saya kepada orang-orang, tanpa khawatir terhadap perasaan orang tersebut. Ada sebuah perasaan lega dan puas ketika saya berhasil jujur, dan bahkan membuat orang tersebut kalah (bahkan kesal) dalam adu argumen. Memang, saya akui, kegiatan ini sama sekali tidak sehat, tapi saya menikmatinya! Saya tidak peduli bagaimana perasaan orang mendengar tanggapan-tanggapan saya. Saya menikmati menjadi dalang dari Regi Willian. Seperti memainkan boneka tali, bisa diatur dan digerakkan sesuai dengan keinginan kita. Apapun yang kita lakukan, kemarahan akan ditimpakan kepada si boneka, Regi Willian, bukan kepada saya sebagai tokoh di balik semuanya. Kehidupan saya sebagai Regi Willian ditutup rapat-rapat, saya tidak ingin ada seorangpun yang mengetahui hal tersebut.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya ketika Bulan Ramadhan, yang merupakan saat ketika saya dan Dewi, teman dekat saya sedari kecil sering memiliki waktu bersama, mulai dari subuh sampai tarawihan malamnya. di bulan itu kami sering curhat-curhatan, saling jujur tentang masalah satu sama lain (karena di bulan itulah intensitas kami bertemu sangat tinggi karena pada dasarnya kami beda kampus dan punya kesibukan masing-masing walaupun kami berada dalam satu kompleks perumahan). Dan akhirnya, saya menceritakan rahasia terbesar saya kepada teman saya tersebut.
Malu. Itu yang saya rasakan. Saya memang jujur berkata kepada orang lain di akun tersebut. Tapi di lain sisi, saya menyadari satu hal, selama ini saya tidak jujur kepada diri saya sendiri. Mengapa harus menjadi orang lain dulu untuk jujur? Mengapa harus berpura-pura dan menipu diri sendiri di kehidupan nyata? Mengapa harus menelan bulat-bulat pendapat yang menurut kita benar demi menjaga perasaan orang lain? Mengapa saya begitu bodohnya membiarkan diri saya sendiri tertekan oleh pendapat-pendapat yang tidak bisa saya keluarkan hanya demi menghargai perasaan orang lain? Apakah saya sudah termasuk si Sampah yang ada di postingan saya kemaren? Silahkan jawab. Atau bisa juga gunakan bantuan phone a friend, ask the audience, dan fifty fifty. Atau kirim sms sekarang juga dengan format ketik eji (spasi) jawaban kirim ke 3288 sekarang juga, siapa tau bisa dapat bingkisan bagi siapapun yang mengatasnamakan dirinya hamba Allah. Maaf, bila anda hendak mengirimkan bom waktu, silahkan kirimkan ke alamat yang tertera di bawah ini.. *nunjuk ke bawah*



(Jl. *********** No. *******)

Dan begitulah, akun tersebut akhirnya saya hapus. Mungkin itulah masa labil saya yang mana akan saya kenang untuk kemudian ditertawakan dan diambil hikmahnya serta dijadikan pengalaman hidup. Dan nama Regi Willian sendiri adalah sebuah kekeliruan yang mana ketika seharusnya huruf "N" pada Willian adalah huruf "M" dikarenakan saya ingin menciptakan akun ajang balas dendam (atau kepribadian yang lepas kontrol karena banyak kejujuran yang harus dipendam di kehidupan nyata yang disebabkan ketidakmampuan untuk mengungkapkan sesuatu secara apa adanya) tersebut agak bernuansa kebarat-baratan dengan nama William, tapi apa daya jari lentik kekar berotot ini pun juga tak luput dari kekhilafan pada saat pembuatan akun. 

Rabu, 28 November 2012

MAXSTEP - Younique Unit


korea lagi! akhir-akhir ini saya jadi keseringan liat video ini. soalnya ada eunhyuk. nyahahahaha... kayaknya saya sudah menemukan jati diri di dunia perkoreaan. seperti yang saya bilang di postingan saya yang terdahulu (kalo mau baca klik di sini), saya bukan fans sama suju. soalnya saya suka eunhyuk doang. tapi ternyata saya fangirlnya Younique Unit semenjak saya liat video ini. ihuy.. Younique Unit ini semua anggotanya adalah dancing machine masing2 boyband dan girlband. Saya suka semua anggota YY kecuali Henry SUJU-M sama Hyoyon SNSD (atau gimana lah pnulisan namanya, lupa). dan duh.. bang eunhyuk keren banget disitu. rambutnya yang belang seperempat itu mengingatkan saya pada rambutnya Knives Chau, mantan pacarnya Scott di film Scott Pilgrim vs. The World




tapi sayang cat rambut knives terlepas dari rambutnya gara-gara ditonjok Todd, mantannya Ramona..



selain eunhyuk, di YY saya suka Kai dari Exo-K, Taemin dari Shinee, dan Luhan dari Exo-M. Semoga ada lagi MV yang lain dari Younique Unit. Banzai!! (padahal korea.. seharusnya Hwaiting :p)


Kamis, 08 November 2012

Fall Down The K Hole

Akhirnya saya jadi ikutan suka sama korea. Okelah kalau gak mau dibilang suka, soalnya saya Cuma fans sama eunhyuk saja. Tapi paling tidak saya sudah melibatkan diri dalam dunia fandom Kpop walaupun hanya sekedar melihat seorang makhluk tersebut joget-joget di tiap MV nya super junior dan punya satu folder khusus buat oom tampan bermata sipit tersebut.
Bermula dari melihat MV suju, awalnya saya berpendapat, ni orang kok kayak stokar bus kota ya, apalagi waktu saya melihat MV pradebutnya, itu rambut subhanallah kayak pokalis kangen ben, rambut panjang sebahu dicatok jadi tegang tegang kaku gimana gitu dan dikasih warna cokelat trus pake anting juga. Ibaratnya si Eunhyuk ini dulu lagi cosplay pokalis kangen band sama charlie. Belum lagi warna rambutnya di MV No Other, saya ngeliatnya kok kayak bencong. gaya rambut + baju kedodoran berkerah lebar + pose terakhirnya di MV tersebut yang menutup mulutnya dengan centil semakin meyakinkan saya kalau saya tidak akan suka korea.
jaman kangen ben

kekhilafan eunhyuk

Itu dulu waktu saya dipaksa untuk liat MV yang diputer sama temen saya. Tapi seiring berputarnya waktu, akhirnya saya mempunyai video bonamana di notebook saya sendiri. :P
Ketika melihat video tersebut, perhatian saya terpaku pada personil yang memakai topi berjaket hitam dan saat di scene lainnya dia memakai kacamata hitam dan baju you can see yang ada tulisan LIVE KILL nya. Walaupun saya masih gak ngerti entah apa style celananya yang waktu itu entah dia kehabisan akal akan fashion dan frustasi sehingga nekat untuk memakai rok ibunya ataukah memang style sekarang yang makin lama jadi makin ambigu gak jelas, yang jelas, saya suka sama dance nya. Iya iya, semuanya juga joget joget kayak gitu juga, tapi entah kenapa dia yang paling keren (ditambah dengan gayanya yang gak lebay tanpa anting dan segala macam yang bikin saya males ngelirik korea). Ternyata sosok yang selalu saya perhatikan di video bonamana selama ini adalah sosok yang selalu saya ibaratkan sebagai stokar busnya suju atau banci nya suju yang bernama LEE HYUK JAE aka EUNHYUK. Dance eunhyuk lebih mantep dari yang lain sehingga membutakan saya dari tampannya mata oplas kyuhyun. Ya iyalah ya belakangan saya tau kalo eunhyuk itu emang dancing machine nya suju. Berawal dari bonamana, saya lanjut download MV suju yang lain, dan dengan mudahnya saya menemukan sosok bang eunhyuk di MV tersebut karena dance nya yang paling kece dengan pertimbangannya yang matang dalam setiap melangkahkan kaki dan menggoyangkan badannya yang kurus namun berotot seperti iklan elemen versi size S karena ukuran badannya yang super kurus tadi. Tapi saya paling suka bang hyuk kalo pas rambut hitam doang, soalnya lebih jantan. Kalo dia pake putih ya gak benci juga sih sekarang soalnya udah terlanjur suka sama orangnya jiakakakaka... om hyuk ternyata juga jago nyanyi, saya tau itu pas lagi ubek ubek youtube, ketemu video eunhyuk lagi nyanyi it has to be you nya SUJU KRY. Ternyata suara lee hyuk jae bagussss dan ada getar-getarnya juga :p
Berawal dari hal tersebut, saya lanjut googling eunhyuk dengan keyword kayak eunhyuk at running man, eunhyuk bonamana, (bahkan ketika begitu banyaknya video we got married nya leeteuk sama kang sora, saya hanya menyimpan scene yang ada eunhyuknya saja) dan di youtube juga kayak eunhyuk dance, eunhyuk funny, eunhyuk yadong (eh) pokoknya saya jadi fans sama eunhyuk.



Saya juga heran kenapa saya yang fans sama muse hoobastank linkin park tiba-tiba nggak ada angin nggak ada hujan bilang, “Eunhyuk itu ganteng. Jago dance, keren ya!”. Memang rasanya sulit untuk dijelaskan, tapi kembali lagi bahwa k-pop memang telah mendunia dan cepat atau lambat yang tadinya nggak suka akan suka juga (jiaaahhh baru bilang ini sekarang, dulu aja kamu jijik, meta orlanda pearce :p). Semua masalah waktu dan seberapa intens kita melihat dan mendengar mereka. Tapi saya rasa saya juga bukan elf. Memang, saya mendownload MV nya suju serta video video yang berkaitan dengan suju, tapi hal tersebut semata-mata saya lakukan hanyalah untuk melihat keseksian bang eunhyuk seorang. Tiada yang lain. Ketika mereka joget joget pun mata saya selalu mengikuti kemana eunhyuk melangkah, dan ketika tiba di scene dimana tidak ada eunhyuknya saya skip sampai menemukan sosok eunhyuk kembali (ya ya lebay. Tapi ini serius). Dan akhirnya di notebook saya sudah tersimpan puluhan MV suju yang saya download (sebagian merupakan sumbangsih dari beberapa orang teman yang sudah lebih dulu terjerumus ke dalam fandom Kpop), serta satu buah folder yang berisi ratusan foto om eunhyuk. Nyahahahaha...


Tentunya teman-teman yang mengenal dekat diri saya menjadi kaget mengapa saya juga ikut terseret hallyu wave ini (jiah... dulu aja saya gak tau hallyu ini apaan kayak nama salon dimanaa gitu). Jika ada yang bertanya mengenai kenapa saya tidak memutar MP3 suju di mobil, bukannya saya malu karena dulunya saya ngejek-ngejek korea dan sekarang malah punya satu folder di notebook judulnya BUKAN KOREA dan didalamnya ada lagi folder MV SUJU, trus SUJU INTIMATE NOTE, trus VIDEO SUJU, dan satu folder bernama EUNHYUK. Mengapa saya tidak memutar mp3 suju di mobil semata-mata hanya karena saya tidak bisa melihat dancenya eunhyuk di mp3 (tentunya. Saya tidak bisa menikmati lagu suju jika tidak melihat dance nya eunhyuk dengan mata kepala saya sendiri). Dan jikalaupun nantinya saya bawa-bawa tipih ke mobil pun gak akan saya masukin video eunhyuk. Karena sekalinya liat eunhyuk, saya malah ketagihan dan akhirnya ngikutin pergerakan eunhyuk di MV, dan akhirnya saya gak pokus nyupir dan akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan. Saya suka eunhyuk, saya cuma tidak suka dengan headline koran yang mengatakan “Si Supir Pantengin Eunhyuk, 7 Orang Tewas”. Saya bener-bener gak mau.

Senin, 19 Desember 2011

Balada Gadis Santun

Tante Iin Bombastis kerap kali berkata bahwa anak semata wayangnya ini adalah gadis sholehah dan santun pula. Hal tersebut mengingatkan saya akan suatu prahara naas yang sangat disayangkan menimpa gadis itu sehingga membuatnya teramat riskan. Di suatu pagi yang cerah JiJi yang saat itu tengah duduk di bangku kelas 2 SMP kerapkali diantar pergi sekolah oleh  om zul fantastis hingga mencapai sekolah tempat si qonaah menimba ilmu. Tapi tak dinyana pagi itu rupanya om zul fantastis sedang ingin menyapa pagi dengan pergi bermain badminton. A'a Ojek pun akhirnya menjadi tumbal ketergesa-gesaan Jiji remaja untuk hengkang ke sekolah dengan sesegera mungkin.

Sesampainya di depan sekolah, rupanya tak dinyana dengan spontanitas tinggi tanpa pertimbangan matang dan dengan dilandasi kesantunan yang mengakar.. digenggamnya jemari A'a ojek itu dan diciumnya punggung tangan a'a ojek yang terpana sumringah melihat kesantunan gadis millenium yang satu ini.. Tak hanya sampai disitu, disodorkannya pula tangannya untuk meminta seonggok uang jajan yang memang biasa dimintanya kepada Om zul Fantastis.. Gadis itu terhenyak dan terpekur lama ketika disadarinya bahwa pria di hadapannya ini bukanlah Om zul Fantastis.. ingin rasanya ia mengulang hari.. Tapi apa daya.. Kenangan itu sudah pasti akan terpatri dalam-dalam di relung hati A'a ojek..
Tersenyum kecut gadis itu menyadari bahwa yang tersisa tinggalah seonggok sesal.. DAN MALUUUU!!!!!

Rabu, 07 September 2011

Kepada Bulan


Hei, Tuan Bulan ..
Kemana saja? Kau tahu aku masih merindukan cahayamu.

Meskipun aku selalu merindukanmu, aku tahu aku harus berhenti.

Ada rasa rindu di sini yang tidak kau mengerti meski kuucapkan berkali-kali.
Ada rasa sepi disini yang tidak  kau tau ketika kau sibuk berkelana menerangi yang lain.
Setelah mengetahui bahwa kesempatan untuk mencapaimu kebetulan tidak ada,
 
Aku berusaha untuk tidak menunggu lagi.

Aku bukan astronot. ; (



Minggu, 04 September 2011

Tersesat?

Mungkin, saat ini, kau berjalan di tengah belukar tajam, dikasihani sinar rembulan, yang ingin engkau sampai secepatnya ke rumah. sampai dimanakah engkau berjalan sekarang, wahai engkau yang mencari jalan pulang. engkau, yang sengaja menyesatkan diri dan kemudian berpusing untuk kembali. kembali ke rumah. rumahmu yang nyaman. rumahmu yang kini merasakan sepi, rumahmu yang kini selalu mengantarkan rindu melalui angin-angin malam, menuju kamu. kamu yang tersesat. dan selalu ada rindu. namun sayangnya kau tidak mengerti arti sepi.
waktu, selalu mengajariku menunggu. di detiknya yang merangkak pelan, selalu terselip sebuah harapan. harapan tentang masa depan, harapan tentang kehidupan kita. tapi ketukan detak detik waktu ini semakin menjelaskan sepi. aku semakin rindu.
dan kini sampai dimanakah engkau berjalan? apakah kau tersesat semakin jauh, atau kau sengaja menjauh, atau kau sengaja berputar-putar di satu tempat, untuk sengaja membiarkan waktu, kembali mengajariku menunggu?

Untuk kesekian kali aku memulai pagi. dan masih menunggumu kembali.

Minggu, 22 Mei 2011

hari ini.

ia. saya menunggu hari ini. lamaaa sekali. hari pertemuan kita. aku senang. kamu. sudah terlalu lama bersama mereka. saya ingin hari ini untuk saya saja. ia saya egois terus kenapa. saya tidak mengekang saya tidak pemaksa saya tidak suka protes saya tidak banyak meminta. saya mengerti saya tau saya paham. semuanya. apapun yang kamu bilang. kamu kuliah kamu latihan kamu sibuk kamu ini kamu itu. saya terima. bukankah saya ini baik. bukankah saya ini pengertian.

ia. saya selalu menunggu hari ini. lamaaa sekali. hari pertemuan kita. kamu sudah terlalu lama dengan mereka. saya ingin hari ini untuk saya saja. ia saya egois terus kenapa. cuma kali ini. saya mengekang. cuma kali ini. saya protes. cuma kali ini. saya meminta. dan kamu tidak mengerti kamu tidak tau kamu tidak paham.

ia. saya sudah menunggu hari ini. lamaaa sekali.

Selasa, 15 Maret 2011

Tidak Putus-Putus

Katanya, aku telah mempunyai hatinya untuk menumpahkan rasa sayangku kepada pemilik hati tersebut. Aku telah melimpahkan rasa yang melimpah-limpah padanya. Aku berikan saja padanya. Aku telah beberapa kali hidup dalam teori bahwa aku harus mencintai dengan ikhlas, dalam arti kata, tidak apa jika ia tidak membalas rasa yang aku berikan. Tapi kenyataannya, sungguh menyedihkan jika keadaannya menunjukkan bahwa kita tidak mendapatkan apa-apa. Katanya, kalau hal tersebut terjadi pada kita, berarti kita tidak tulus. Benarkah?
Dalam kenyataannya pun aku mampu menahan rasa menyedihkan tersebut. Berarti aku tulus kepada kamu. Ya kan?

Maaf karena aku berkata begini, aku merasa, dalam kehidupan antara aku dan kau, hanya aku yang berusaha. Hanya aku yang selalu mengalirkan rasa itu, tak putus-putus, tak mempan dihambat batu besar pun. Aku pun tidak mencoba-coba untuk membelokkannya ke lain arus, walaupun hanya sekedar “menikmati” dan “bersenang-senang” dengan arus lain. Sedangkan kau mungkin hanya perahu, yang mengikuti alur yang aku pilih, dan suatu waktu dapat berpindah sesuka hatimu, pada arus yang lebih menarik, menurut kamu. Lalu ketika arus itu tiba-tiba membosankan, kamu kembali pada arusku, yang senantiasa deras mengalir menuju tujuan perhubungan kita.

Sejak aku telah menyetujui perhubungan kita, dalam hatipun aku telah berjanji dan berikrar kepadamu, bahwa aku, dalam keadaan apapun, rasaku akan tetap sama. Apa kau juga? Aku ini.., bukanlah arus persinggahannmu untuk menyeberang ke arus yang lebih seru, kan?

Kamu, perahu yang mudah terpikat pada banyak arus, arusku akan begini terus padamu. Tak putus-putus.

Minggu, 06 Februari 2011

Diluar Hujan

hitam menggulung-gulung


tak henti-henti,


tak putus-putus.


Langit sembunyi

marah-marah,


menangis-nangis,


dingin.


bising.

kapankah kita akan berdamai?









LinkWithin

Related Posts with Thumbnails